Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Sejak awal Agustus 2025, gelombang semangat dakwah telah mengguncang Indonesia dengan kedatangan para Masyayikh dari berbagai penjuru dunia. Mereka hadir untuk membakar semangat umat muslimin menuju Ijtima Tabligh Akbar Indonesia Berdoa yang akan digelar di Kota Baru, Lampung, pada 28-30 November 2025.
Suara Pak Jenggot bergemuruh di seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke, mengajak umat untuk berkumpul dalam doa dan dakwah, menyatukan hati dalam keimanan. (07/09/2025)
Ijtima ini bukan sekadar perkumpulan massa. Ia memiliki manfaat yang sangat strategis untuk menyatukan hati, menyelaraskan fikir, membangun kerjasama, dan membangkitkan semangat ukhuwah Islamiyah. Inilah asbab yang diharapkan dapat menarik pertolongan Allah SWT, sebagaimana dahulu datang kepada para sahabat Nabi. Ingatlah, di Perang Badr, jumlah mereka kecil tetapi menang karena pertolongan Allah. Tanah mereka gersang, tetapi hidup sejahtera karena pertolongan Allah. Mereka tidak punya kendaraan cepat, tetapi dapat keliling dunia menyebarkan Islam karena pertolongan Allah.
Indonesia, dengan jumlah muslim terbesar, tanah yang subur, dan kendaraan yang canggih, tinggal menunggu satu hal: pertolongan Allah. Maka, Ijtima inilah yang diharapkan dapat menjadi wasilah turunnya pertolongan-Nya.
Para Masyayikh, dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta, memberikan arahan tegas demi suksesnya ijtima ini. Mereka meminta para ahli syuro bergerak ke setiap provinsi untuk membentuk Jamaah AMP (Ahli Musyawarah Provinsi).
Jamaah AMP bertugas mengoordinasikan kabupaten atau zona, yang kemudian membentuk Jamaah Faisalat untuk bergerak di setiap halaqah. Jamaah Faisalat menjadi ujung tombak, menyisir masjid dan mushola, bahkan door to door dari rumah ke rumah mempersiapkan jamaah yang akan diberangkatkan ke Lampung.
Setiap halaqah dianjurkan membentuk minimal 6 Jamaah Gerak, dengan target mengirim 1.300 orang per halaqah. Jika setiap halaqah memiliki 20 masjid, maka setiap masjid perlu mengirimkan 65 orang.
Angka ini terbilang kecil dibandingkan semangat di India. Seorang Masyayikh berkata, “Di negeri kami, muslim minoritas, pemerintah dan rakyat tidak mendukung, mayoritas Hindu, namun ijtima tingkat provinsi saja mampu menghadirkan sekitar 10 juta orang. Kalian di Indonesia, mayoritas muslim, pemerintah mendukung, rakyat mendukung—apa yang membuat kalian takut menargetkan 5 juta kehadiran? Itu seharusnya mudah!”
Tapi setelah mempertimbangkan berbagai hal akhirnya para syuro Indonesia meminta “diskon” menjadi 1,5 juta saja, dan itu pun disetujui. Namun, salah seorang syuro Indonesia, dengan gemas berkata, “Kalau seseorang menawarkan sepeda motor seharga lima juta, kita tawar jadi 1,5 juta, dan disetujui tapi kita tidak jadi beli—itu keterlaluan! Muamalah kita gak benar!”
Sebagai contoh, Tangerang Selatan dengan 12 halaqah diharapkan mengirimkan 16.000 jamaah, membutuhkan setidaknya 400 bus. Total target nasional adalah 1,5 juta kehadiran, sekarang ini telah diperkuat dengan datangnya banyak jamaah dari luar negeri yang telah bergerak di berbagai provinsi. Ijtima ini bukan hanya pertemuan, tetapi juga misi besar: mengirim 1.500 jamaah untuk berdakwah dan tabligh selama 4 bulan, di dalam dan luar negeri.
Peluang Bisnis
Mari, jangan jadi penonton. Jadilah peserta, atau lebih baik lagi, ikut jadi panitia. Boleh juga ambil bagian dalam peluang bisnis melayani keperluan jama’ah; bikin warung makan, warung kopi, jualan baju, topi, sorban, sandal, sleeping bag, sajadah, tasbih, minyak wangi, alat mandi, pulsa, charger, jasa londry , bekam, pijit, persewaan kendaraan sampai money changer.
Nah, apakah nama Anda sudah tercatat di antara 16.000 jamaah dari Tangerang Selatan? Jika belum, silakan mendaftar di 0813 8581 7649.
(Saeed Kamyabi)






