Zonaindonesiaworld.com, Tangerang – Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) dan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 22 September 2025.
Acara yang berlangsung di kampus UMT ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan pariwisata.
Ketua Umum HMNI, Ir. Brata Tridharma, MM, MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan UMT. Ia menekankan pentingnya penguatan ilmu pariwisata dan transportasi laut bagi mahasiswa sebagai bekal untuk mengembangkan potensi maritim Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Rektor UMT, Dr. H. Desri Arwen, M.Pd., menyambut baik kerja sama tersebut dengan gaya khas yang penuh makna. “Dunia itu hanya terbagi tiga: harta, tahta, dan cinta. Bukan wanita, karena wanita juga berhak menikmati dunia,” ucapnya yang disambut hangat hadirin.
Lebih lanjut, Rektor UMT mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. Ia juga memperkenalkan filosofi sukses 4S, yakni kerja cerdas, kerja keras, ikhlas, dan tuntas. Menurutnya, penerapan prinsip 4S akan berbuah tiga hal penting: cuan (keuntungan), cengli (kejujuran), dan cincai (kesepakatan yang baik).
Acara ini turut dihadiri oleh Kabid Kemaritiman dan Pulau Kecil, A.H. Said, yang secara berseloroh menanggapi sambutan Rektor dengan mengatakan, “Wah, ini bahasa 9 naga beneran,” yang langsung mengundang tawa para tamu. Hadir pula Ibu Ike Megasari, Wakil Sekretaris DPP HMNI, serta perwakilan HMNI cabang Tangerang dan Banten.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua Umum HMNI dan Rektor UMT, disaksikan para dekan, dosen Fakultas Pariwisata UMT, serta tamu undangan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen sinergi antara dunia akademik dan masyarakat nelayan.
Kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor kelautan dan pariwisata Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Laporan: Saeed Kamyabi








