Oleh Saaed Kamyabi
Zonaindonesiaworld.com, Tangerang – Menjadi pengusaha di Indonesia kerap terasa seperti menapaki jalan berliku penuh birokrasi. Meskipun Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menyederhanakan proses perizinan usaha, kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan. Panjangnya daftar dokumen yang harus dipenuhi menjadi gambaran betapa kompleksnya sistem ini. Berikut ulasan mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha dan sejumlah solusi yang dapat diterapkan.
Mengapa Menjadi Pengusaha di Indonesia Begitu Rumit?
1. Birokrasi Berbelit
Persyaratan seperti bukti kepemilikan tanah, IMB/PBG, PBUMKU, dokumen lingkungan, SLF, PKKPR, hingga laporan LKPM, melibatkan banyak instansi berbeda—dari Dinas Penanaman Modal, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Badan Pertanahan Nasional. Proses ini kerap menguras waktu, tenaga, dan biaya.
2. Persyaratan Berulang dan Tidak Efisien
Beberapa dokumen memiliki fungsi serupa, namun tetap diminta terpisah. Selain itu, pelaku usaha sering diwajibkan menyiapkan dokumen digital di OSS RBA sekaligus hard copy, sehingga menambah beban administratif.
3. Minim Informasi yang Jelas
Banyak pelaku usaha, terutama UMKM, tidak memiliki akses informasi yang memadai terkait prosedur. Akibatnya, mereka terpaksa menggunakan jasa konsultan atau calo, yang meningkatkan biaya operasional.
4. Beban Pelaporan Rutin
Kewajiban menyusun laporan LKPM, bukti penyerapan tenaga kerja, dan laporan lain menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi usaha kecil dengan sumber daya terbatas.
5. Tuntutan Tambahan Investasi dan CSR
Persyaratan terkait divestasi, pelatihan tenaga kerja, CSR, alih teknologi, hingga pengelolaan lingkungan sering terasa terlalu berat, terutama bagi usaha berskala kecil.
6. Infrastruktur Digital Belum Optimal
Sistem OSS RBA yang dimaksudkan mempermudah proses perizinan justru masih sering mengalami kendala teknis—mulai dari error, data tidak sinkron, hingga lambatnya respons.
Tak heran bila banyak orang ragu memulai usaha. Padahal, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB sekaligus menyerap sebagian besar tenaga kerja.
Solusi Penyederhanaan Proses Usaha
Untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo, berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan:
1. Integrasi dan Penyederhanaan Dokumen
Gabungkan persyaratan yang tumpang tindih menjadi dokumen terpadu.
Sediakan template standar melalui OSS RBA agar mudah diakses pelaku usaha.
2. Digitalisasi Penuh dan Sinkronisasi Sistem
Perkuat infrastruktur OSS agar lebih stabil dan ramah pengguna.
Hilangkan kewajiban hard copy bila dokumen telah diunggah digital.
Sinkronkan data antar instansi untuk mengurangi pengulangan dokumen.
3. Pusat Bantuan untuk UMKM
Bentuk pusat pendampingan gratis di daerah-daerah.
Hadirkan hotline atau chatbot berbasis AI untuk konsultasi cepat.
4. Penyederhanaan Pelaporan
Kurangi frekuensi pelaporan LKPM untuk UMKM atau bebaskan usaha mikro.
Bangun sistem otomatisasi pelaporan terintegrasi dengan aplikasi akuntansi.
5. Keringanan Investasi dan CSR
Terapkan persyaratan sesuai skala usaha.
Berikan insentif, misalnya keringanan pajak, bagi pelaku CSR.
6. Edukasi dan Sosialisasi
Adakan pelatihan atau webinar reguler terkait perizinan.
Kembangkan aplikasi mobile berisi panduan praktis dan checklist.
7. Sistem “Single Window” Perizinan
Wujudkan pelayanan satu pintu di setiap daerah, seperti model Mal Pelayanan Publik, agar pengusaha tidak perlu berurusan dengan banyak instansi.
8. Pengawasan dan Evaluasi
Bentuk tim independen untuk mengawasi pelaksanaan penyederhanaan.
Libatkan asosiasi pengusaha, seperti KADIN dan HIPMI, sebagai mitra strategis.
Birokrasi yang rumit, persyaratan berlapis, serta sistem yang belum sepenuhnya efisien membuat perjalanan menjadi pengusaha di Indonesia penuh tantangan. Namun, dengan langkah-langkah konkret seperti integrasi dokumen, digitalisasi penuh, pendampingan UMKM, hingga penerapan layanan satu pintu, harapan perubahan tetap terbuka.
Jika upaya ini dijalankan konsisten, ekosistem usaha di Indonesia dapat menjadi lebih ramah, mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Saeed Kamyabi
Founder MQG Training
081385817649








