Oleh Saeed Kamyabi
ZIW.com, Tangerang – Upaya mewujudkan Sistem Ekonomi Langit menuntut adanya reformasi menyeluruh pada sistem pendidikan Indonesia, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk memperbaiki berbagai kesalahan metode pembelajaran yang selama ini menghambat kualitas sumber daya manusia, daya saing bangsa, serta kesejahteraan masyarakat. (29/09/2025)
Dampak Kesalahan Pendidikan yang Masih Terjadi
Sistem pendidikan Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar yang menimbulkan dampak luas terhadap dunia kerja, ekonomi, dan sosial.
Kurikulum Tidak Relevan dan Berbasis Hafalan
Dampak: Lulusan kurang memiliki keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Fakta: Survei Nasional Ketenagakerjaan 2024 mencatat 70% lulusan baru merasa tidak siap menghadapi dunia kerja karena minimnya keterampilan praktis.
Akibat: Daya saing tenaga kerja lemah, inovasi rendah, dan ekonomi stagnan.
Ketimpangan Akses dan Kualitas Pendidikan
Dampak: Kualitas pendidikan tidak merata antara kota dan desa, menciptakan kesenjangan kemampuan dan kesempatan.
Fakta: Data Kemendikbudristek 2024 menunjukkan partisipasi pendidikan di daerah terpencil 30% lebih rendah dibandingkan perkotaan.
Akibat: Pertumbuhan ekonomi daerah tertinggal, kesenjangan sosial melebar.
Kurangnya Penanaman Nilai Spiritual dan Moral
Dampak: Etika kerja, integritas, dan tanggung jawab sosial menurun.
Fakta: Transparency International mencatat peningkatan 20% kasus korupsi dan pelanggaran etika bisnis dalam lima tahun terakhir.
Akibat: Kerugian ekonomi, ketidakstabilan sosial, dan hilangnya kepercayaan investor.
Orientasi Pendidikan Terlalu Kapitalis Konvensional
Dampak: Minim pemahaman tentang alternatif sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
Fakta: Hanya 10% lulusan ekonomi memahami prinsip ekonomi syariah atau berbasis nilai (AFEBI, 2024).
Akibat: Sulit menghadirkan solusi ekonomi sesuai kebutuhan lokal dan keadilan sosial.
Dampak pada Tenaga Kerja dan Ekonomi Nasional
Kesalahan dalam sistem pendidikan melahirkan dampak berantai:
Daya Saing Lemah: Indonesia hanya berada di peringkat 50 dari 140 negara dalam Indeks Daya Saing Global (WEF, 2024).
Pengangguran Tinggi: BPS 2024 mencatat 8% pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Ekonomi Tertinggal: Pertumbuhan ekonomi Indonesia kalah cepat dibanding Vietnam dan Thailand yang memiliki sistem pendidikan lebih baik (Bank Dunia, 2024).
Implikasi bagi Rakyat dan Negara
Dampak kumulatif ini dirasakan langsung oleh masyarakat:
Bagi Rakyat: Tingkat kemiskinan tinggi, jurang kaya–miskin melebar, kualitas hidup terbatas.
Bagi Negara: Potensi ekonomi hilang, ketergantungan pada utang, serta ancaman instabilitas sosial-politik.
Reformasi Pendidikan: Agenda Mendesak
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan reformasi pendidikan yang komprehensif, mencakup:
Kurikulum Berbasis Keterampilan: Fokus pada kreativitas, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kewirausahaan.
Peningkatan Kualitas Guru: Melalui pelatihan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan.
Pemerataan Akses: Pendidikan berkualitas untuk semua anak, tanpa diskriminasi ekonomi maupun geografis.
Integrasi Nilai Spiritual dan Moral: Membangun karakter berintegritas dan bertanggung jawab.
Pengembangan Sistem Ekonomi Langit: Pendidikan yang memperkenalkan ekonomi berkeadilan, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai spiritual.
Penutup
Dengan reformasi pendidikan yang tepat, Indonesia dapat melahirkan generasi unggul, menekan angka pengangguran, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Saeed Kamyabi
Inisiator Sistem Ekonomi Langit








