Oleh Saeed Kamyabi
ZIW.com, Lampung — Dua sistem ekonomi besar dunia, yaitu kapitalisme dan sosialisme, selama ini menjadi acuan utama dalam tata kelola ekonomi global. Namun, keduanya terbukti memiliki kelemahan mendasar yang menimbulkan ketimpangan sosial, krisis ekonomi, serta meningkatnya utang negara di berbagai belahan dunia. (06/10/2025)
Sebagai contoh, data terbaru menunjukkan bahwa utang Amerika Serikat telah menembus lebih dari USD 30 triliun, sementara utang luar negeri Indonesia mencapai ratusan miliar dolar. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa sistem ekonomi konvensional gagal mewujudkan kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Munculnya Sistem Ekonomi Langit sebagai Alternatif
Di tengah kegagalan tersebut, Sistem Ekonomi Langit (SEL) hadir sebagai alternatif yang menjanjikan. Sistem ini bukanlah gagasan baru, melainkan bersumber dari ajaran Islam yang telah diterapkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW dan terbukti sukses di masa kejayaan Islam.
Prinsip dasar SEL menekankan keadilan, keseimbangan, dan keberpihakan terhadap kepentingan umat, bukan pada keuntungan individu atau kelompok tertentu.
Keberhasilan Sistem Ekonomi Langit dalam Sejarah
Penerapan Sistem Ekonomi Langit pada masa Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) berhasil menciptakan stabilitas ekonomi luar biasa.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sistem zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dijalankan secara efektif hingga tidak ada lagi warga yang berhak menerima zakat, karena kemiskinan telah berhasil diberantas.
Distribusi kekayaan dilakukan dengan adil dan transparan, menjamin bahwa setiap rakyat mendapatkan haknya. Selain itu, prinsip “bekerja untuk kemaslahatan bersama” dan pelarangan riba, monopoli, serta spekulasi menjadikan perekonomian tumbuh sehat dan berkelanjutan tanpa menimbulkan utang maupun kesenjangan sosial.
Mengapa Belum Diterapkan Secara Modern?
Meski terbukti sukses, penerapan Sistem Ekonomi Langit di era modern menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
1. Ketergantungan pada Sistem Kapitalistik
Banyak negara terikat pada sistem kapitalistik yang dikendalikan lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Perubahan sistem dianggap dapat mengganggu stabilitas ekonomi global yang sudah mapan.
2. Kurangnya Pemahaman
Sebagian besar masyarakat dan pemimpin belum memahami nilai dan manfaat SEL. Sistem ini sering dianggap kuno dan tidak relevan dengan zaman modern.
3. Minimnya Keberanian Politik
Diperlukan keberanian besar untuk mengubah paradigma dan kebijakan ekonomi secara mendasar. Sayangnya, banyak pemimpin belum siap mengambil langkah tersebut.
Langkah Strategis Mewujudkan Sistem Ekonomi Langit
Agar SEL dapat diterapkan secara efektif, diperlukan langkah strategis yang menyeluruh:
1. Reformasi Kurikulum Pendidikan
Prinsip SEL perlu dimasukkan dalam kurikulum sejak tingkat PAUD hingga universitas, agar generasi muda memahami pentingnya keadilan ekonomi dan larangan riba.
2. Pelatihan dan Sosialisasi SEL
Pemerintah daerah, OPD, dan organisasi kemasyarakatan perlu diberikan pelatihan tentang konsep dan penerapan Sistem Ekonomi Langit agar tercipta pemahaman yang seragam.
3. Dukungan Kebijakan dan Infrastruktur
Pemerintah perlu membentuk lembaga zakat profesional, mengatur sistem distribusi kekayaan yang adil, serta menciptakan iklim usaha tanpa riba dan monopoli.
4. Kampanye Publik dan Literasi Ekonomi Umat
Media massa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat harus dilibatkan dalam kampanye sosialisasi untuk memperkenalkan manfaat SEL kepada masyarakat luas.
Saatnya Beralih ke Sistem Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan
Sistem Ekonomi Langit bukan sekadar konsep idealis, tetapi solusi nyata yang telah terbukti sukses dalam sejarah. Kegagalan kapitalisme dan sosialisme dalam menciptakan kesejahteraan merata harus menjadi momentum untuk kembali pada sistem ekonomi berbasis keadilan dan nilai kemanusiaan.
Dengan perubahan paradigma pendidikan, pelatihan, dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, Sistem Ekonomi Langit dapat menjadi fondasi ekonomi baru yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.
“Saatnya berani mengambil langkah besar menuju sistem ekonomi yang adil, berkeadilan, dan penuh berkah.”
Saeed Kamyabi
Inisiator Sistem Ekonomi Langit








