ZIW.com, Jakarta — Program Danantara tengah berada dalam tahap penting untuk menemukan bentuk terbaiknya. Dana yang digelontorkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diharapkan mampu menjadi stimulus efektif dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari mekanisme penyaluran hingga hambatan birokrasi yang perlu dioptimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (24/10/2025)
Di tengah proses tersebut, kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi cerminan potensi besar ekonomi berbasis gotong royong. Dari sekitar 80 ribu koperasi yang tercatat di Indonesia, banyak di antaranya masih dalam proses menemukan model bisnis ideal yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Mentalitas gotong royong, semangat kewirausahaan, dan adaptasi terhadap teknologi modern menjadi kunci agar koperasi mampu bersaing di tengah arus pasar bebas dan digitalisasi ekonomi.
Inspirasi dari Dunia Ritel Modern
Kesuksesan jaringan ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret menunjukkan bahwa profesionalisme manajemen, pelayanan prima, serta inovasi berkelanjutan mampu menjadi faktor kunci pertumbuhan bisnis. Koperasi dan UMKM dapat mengambil inspirasi dari model keberhasilan tersebut—namun tetap menjaga karakteristik khas koperasi sebagai entitas ekonomi yang berlandaskan kebersamaan dan kesejahteraan bersama.
Langkah Strategis Menuju Ekonomi Kerakyatan yang Kuat
Untuk membantu Danantara dan koperasi menemukan bentuk idealnya, beberapa langkah strategis dapat diambil:
1. Fasilitasi dan Pendampingan:
Pemerintah dan lembaga terkait perlu memberikan pendampingan intensif bagi UMKM dan koperasi, mulai dari penyusunan rencana bisnis, akses permodalan, hingga adopsi teknologi digital.
2. Pendidikan dan Pelatihan:
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan menjadi krusial. Program seperti Sistem Ekonomi Langit yang diinisiasi oleh Saeed Kamyabi menawarkan pendekatan baru dalam mengembangkan kualitas SDM koperasi dan UMKM.
3. Sinergi dan Kolaborasi:
Diperlukan kolaborasi nyata antara koperasi, pelaku UMKM, ritel modern, dan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berdaya saing.
Sistem Ekonomi Langit: Visi Baru untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Konsep Sistem Ekonomi Langit hadir sebagai visi holistik dalam membangun ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini mengedepankan nilai spiritual, sosial, dan inovasi teknologi untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penerapan yang tepat, Sistem Ekonomi Langit dapat menjadi fondasi kuat dalam memperkuat peran Danantara dan Koperasi Merah Putih, sehingga keduanya mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
(Saeed Kamyabi – Inisiator Sistem Ekonomi Langit)








