Zonaindonesiaworld.com, Bengkulu – Retreat Merah Putih (RMP) yang digelar serentak bagi ASN dan pelajar SLTA di Bengkulu bukanlah kegiatan insidental. Program ini merupakan gagasan langsung dari Gubernur Bengkulu sebagai bagian dari strategi pembinaan spiritual dan pembentukan karakter berbasis nilai keislaman bagi seluruh unsur di lingkungan Pemprov, termasuk generasi muda. (03/02/2026)
“Ini adalah komitmen kita bersama untuk membangun manusia Bengkulu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Baik ASN sebagai pelayan publik, maupun pelajar sebagai calon pemimpin masa depan, perlu memiliki fondasi iman dan karakter yang kokoh,” demikian sering disampaikan Gubernur dalam berbagai kesempatan.
Pada pelaksanaan RMP Angkatan ke-7 di SMAN 8 Bengkulu, Selasa (2/2), suasana semakin hidup dengan kehadiran Ustadz Saeed Kamyabi sebagai pemateri. Dengan gaya khasnya yang komunikatif dan penuh semangat, beliau menyampaikan materi tidak hanya secara monolog, tetapi juga melalui interaksi yang membekas.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah sesi ice breaking yang mungkin tak akan terlupakan oleh para pelajar maupun guru. Ustadz Saeed meminta seluruh peserta, termasuk 34 pelajar yang hadir, untuk saling memijit pundak. Tak hanya sesama pelajar, ia mengajak terjadinya interaksi yang jarang terjadi: pelajar memijit pundak guru, dan giliran kepala sekolah memijit pundak para pelajar.
“Nah, kalian mungkin belum pernah memijit kepala sekolah, dan kepala sekolah belum pernah memijit kalian. Nikmat, kan?” ujar Ustadz Saeed disambut tawa ceria dan kehangatan seluruh peserta. Momen sederhana ini sarat makna, mengajarkan sikap saling menghormati, kelembutan, dan menghilangkan sekat formal antara guru dan murid dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kegiatan retret ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan zaman, dengan materi yang aplikatif seperti menjauhi kenakalan remaja, adab bergaul, manajemen waktu remaja muslim, hingga keteladanan dalam keluarga. Melalui metode yang interaktif dan menyentuh hati seperti yang dibawakan Ustadz Saeed, diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dapat meresap dan diterapkan dalam keseharian.
Demikian juga Ummu Atiqah yang memberikan kisah Doa Abu Darda ra yang mengagumkan sebagai orang beriman dan yakin sempurna kepada janji Rasulullah SAW.
“Retret ini seperti penyegaran ruhani. Kami diajak tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana bersikap hormat dan lembut, bahkan kepada guru dan pimpinan kami. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujar seorang peserta.
Beberapa peserta yang dinilai berprestasi mendapatkan hadiah Qur’an dari Rayyah Travel, bahkan Ummu Atiqah memberikan hadiah uang muka umroh sebesar limapuluh ribu rupiah. “Tinggal cari lagi untuk melunasinya” kata Ummu yang disambut tawa seluruh peserta.
Kedepannya, program Retreat Merah Putih akan terus dilaksanakan secara berjenjang dan masif sebagai implementasi dari visi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berakhlakul karimah. @sangsaka






