Zonindonesiaworld.com, Bengkulu – Kegiatan Pelatihan Retret Merah Putih untuk pelajar SLTA di Bengkulu, Rabu (4/2/2026), mencatatkan rekor partisipasi tertinggi dengan keikutsertaan 147 pelajar SMK Negeri 1 Bengkulu pada angkatan ke-8 yang digelar di kota ini.
“Ini adalah rekor peserta terbanyak selama ini,” ujar Aina, asisten trainer, dengan menekankan antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para peserta.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Desi. Turut mengawal kegiatan dari awal hingga akhir adalah Bapak Sayuti selaku Kabid UPTD Dikbud dan Bapak Yondra, Kepala Tata Usaha. Kepala Sekolah Bapak Ismail Harahap berhalangan hadir karena sakit.
Hari ini pelatihan menghadapi tantangan yang luar biasa. Kegiatan ini berjalan tanpa guru pendamping dengan anak sekolah teknik yang penuh dinamika, sementara jumlah peserta hampir empat kali lipat dari kuota biasanya. Akibatnya, suasana sempat riuh dan sulit dikendalikan.
Namun, pengalaman internasional Ustadz Saeed Kamyabi sebagai trainer utama – yang didampingi istrinya, Ummu Atiqah – berhasil mengubah suasana menjadi indah. Dengan pendekatan interaktif, Ustadz Saeed membuka sesi dengan serangkaian pertanyaan ringan.
“Siapa yang kelas 12 di sini?”. Tak ada yang menjawab. “Siapa kelas 11?” – hampir semua angkat tangan. “Jadi sudah sebelas tahun kalian bolak-balik rumah sekolah…hmh…” sahut para peserta kompak, “Iyaa…Istadz!”
“Apa yang kalian cari?” tanya Ustadz Saeed kembali. “Ilmu!” jawab seorang peserta. Yang lain apa? “Ilmu jugo” Sahut suara lainnya. “Apa tidak ada yang cari jodoh?” guyonan ini langsung disambut gelak tawa seluruh peserta.
Dari sana, dialog pun terbangun dengan lancar. “Sebelas tahun kalian mencari ilmu, sudah ketemu belum?” tanya beliau. “Sudah!” jawab mereka kompak. “Nah, kalau begitu coba terangkan apa itu ilmu?” Pertanyaan itu membuat para peserta saling berpandangan dan memulai diskusi serius, yang akhirnya berhasil mengatasi kegaduhan.
Materi inti tentang Adab Sunnah dan Mitigasi Langit disampaikan secara bergantian oleh Ustadz Saeed dan Ummu Atiqah. Menjelang penutupan, sebelum menghafalkan Do’a Abu Darda, para peserta juga diberikan sesi aktivasi otak kanan.
“Materi ini mahal. Silakan cek di internet – kami pernah membuat program serupa di Bali dengan biaya Rp 1,6 juta per orang, kami bersama Ummu Atiqah pernah pernah di Singapura, Penang, Malaysia, dll”. jelas Ustadz Saeed untuk meyakinkan bahwa training ini mahal jika paham nilainya.
Sebagai bentuk apresiasi, beberapa pelajar yang dinilai berprestasi selama pelatihan mendapatkan hadiah berupa Al-Quran dari Rayyah Travel dan uang muka umrah dari Ummu Atiqah. “Cari sendiri kekurangannya” Ujar Ustadz Saeed.
Retret Merah Putih ini merupakan implementasi gagasan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, untuk pembinaan spiritual dan pembentukan karakter pelajar di daerahnya. Keberhasilan angkatan ke-8 ini menunjukkan respon positif serta kebutuhan akan program semacam ini di kalangan generasi muda.@sangsaka






