Zonaindonesiaworld.com-Jakarta -Pendiri Tarekat Syadziliyah Beliau dikenal dengan ajaran tasawufnya yang realistis, menolak kemalasan, dan tidak mengharamkan usaha duniawi selama niat dan hati tetap berpusat pada Allah SWT.
Secara umum, para ulama menekankan bahwa melakukan ibadah atau amalan akhirat (seperti sedekah atau salat) dengan tujuan utama untuk mendapatkan kekayaan atau kepentingan duniawi adalah perbuatan yang keliru. Dalam Islam, hal ini dianggap menodai keikhlasan dan nilai ibadah itu sendiri.
Berbeda dengan anggapan sebagian aliran tasawuf ekstrem yang harus hidup miskin dan mengasingkan diri, Imam Asy-Syadzili justru menyuruh murid-muridnya untuk berikhtiar dan bekerja. Beliau sendiri terkadang tampil mengenakan pakaian mewah dan menunggangi kendaraan yang bagus
Ketika ditanya mengenai hal itu, Abu hasan Asy – syadzili memberikan jawaban.
Tujuan Hati (Akhirat): Harta, pakaian bagus, dan kendaraan mewah yang beliau miliki diniatkan sebagai bentuk rasa syukur dan bukti bahwa seorang hamba tidak menggantungkan dirinya kepada makhluk lain.
Terdapat sebuah hadits Rasulullah SAW (terlepas dari status atau tingkatannya) yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radiallahu ‘anhu berbunyi sebagai berikut:
اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا
Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok .
