ZonaIndonesiaWorld.com-Duuaaarrr….. Tidak ada hujan dan petir, tiba-tiba sesepuh sekaligus dewan pembina para naga, Mochtar Riady memberikan pernyataan. Lippo Group menghibahkan lahannya di Meikarta seluas 30 hektar kepada pemerintah. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah.
Penandatanganan komitmen hibah itu dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta jajaran PT Lippo Cikarang.
Dengan kekayaan serta aset yang dimiliki oleh Lippo Group kita mungkin melihatnya menjadi suatu hal yang biasa-biasa saja, namun Jejak sejarah kedekatan pengusaha dengan Istana di Indonesia telah berlangsung sejak era kerajaan Nusantara hingga masa modern. Pola relasi ini umumnya terjalin melalui simbiosis mutualisme, di mana raja atau pemerintah membutuhkan sokongan finansial maupun logistik, sementara pengusaha mendapatkan kepastian hukum, proyek, dan proteksi.
Namun dalam kacamata politik apa yang dilakukan oleh Mochtar Riady merupakan sebuah sinyal kuat bahwa kekuasaan serta kekuatan mantan presiden Jokowi sudah habis. Jokowi sudah tidak punya power lagi, Jokowi sudah tamat, dan tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari seorang Jokowi. Ini eranya Prabowo…
Perlu diketahui bahwa selama sepuluh tahun Jokowi memimpin, Mochtar Riady bersama Gank Naganya telah banyak menikmati kemudahan-kemudahan bisnis dan menerima banyak keuntungan.
Sebenarnya sesepuh para naga tersebut sangat kuatir ketika Jokowi memberikan dukungannya pada Prabowo di pemilu ,2024 dua tahun silam namun Jokowi meyakinkan mereka, bahwa dirinya masih memiliki kekuatan besar di dalam pemerintahan Prabowo. Hal tersebut disampaikan Jokowi ketika menerima pata naga di Solo pasca pelantikan Prabowo di gedung DPR/MPR Senayan.
Namun sayangnya apa yang dijanjikan oleh Jokowi kepada para naga tidak juga terwujud, sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) Jokowi yang sudah diteken Airlangga Hartarto pada tahun 2023 di dipereteli oleh Prabowo. Duaarrr….Naga Pusing tujuh keliling.
Berlarut-larutnya penyelesaian kasus Ijazah palsu yang dituduhkan kepada Jokowi juga memberikan gambaran bahwa power Jokowi sudah habis. Dua tahun menunggu kedigdayaan Jokowi hanya sia-sia belaka, justru mereka yang kini dikejar oleh Prabowo, Naga jadi Cacing….
Sebagai sesepuh atau dewan syuro nya para naga, Mochtar Riady tentu akan berpikir seribu kali jika terus-terusan bergantung pada Jokowi, mungkin dalam hatinya itu sama saja bunuh diri.
Angin telah berubah arah, tidak bisa lagi mengarah ke Solo melainkan ke Hambalang.
Prabowo untuk Indonesia
#AyoBerjuangBersamaPrabowo
#UntukUndonesiaBerdaulatAdilMakmur
