ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta- Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban yang sering kali membuat umat terasa jauh dari rumah Allah, Ustaz Chairul Fahmi, S.Pd.I., hadir dengan pesan mendalam melalui materi bertajuk “Beruntungnya Para Pemakmur Masjid”. Presentasi di Masjid Al Falah, CBS , Sabtu Subuh (3/7) ni tidak hanya mengajak umat untuk sekadar datang ke masjid, tetapi menghidupkannya sebagai pusat peradaban, dakwah, dan pendidikan Islam.
Menurut Ust Fahmi, memakmurkan masjid memiliki definisi yang luas. Bukan hanya soal mengisi saf shalat, melainkan menghidupkan masjid dengan berbagai aktivitas ibadah, kajian ilmu, hingga kegiatan sosial yang diridhai Allah SWT. “Memakmurkan masjid adalah tanda keimanan seseorang,” tegasnya, merujuk pada firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 18 yang menegaskan bahwa hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir lah yang pantas memakmurkan masjid-masjid-Nya.
Amalan Mulia dengan Pahala Berlipat
Dalam pemaparannya, Ust Fahmi menyoroti keutamaan luar biasa bagi mereka yang istiqamah memakmurkan masjid. Selain mendapat petunjuk langsung dari Allah SWT dan pahala yang besar, para pemakmur masjid dijanjikan akan dibangunkan rumah di surga dan mendapat naungan Allah pada hari kiamat kelak—saat tiada naungan selain naungan-Nya.
Hadis Rasulullah SAW juga menjadi landasan kuat dalam materi ini. “Barangsiapa pergi ke masjid pada pagi atau petang hari, maka Allah menyediakan baginya tempat singgah di surga,” (HR. Bukhari dan Muslim). Janji ini menjadi motivasi kuat bagi umat untuk menjadikan masjid sebagai tujuan utama, bukan sekadar pelengkap rutinitas.
Strategi Menghidupkan Rumah Allah
Lantas, bagaimana cara konkret memakmurkan masjid? Ustaz Chairul menawarkan langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan oleh setiap muslim:
1. Konsistensi Ibadah: Menjaga shalat berjamaah dan membaca Al-Qur’an di masjid.
2. Partisipasi Aktif: Menjadi pengurus, relawan, atau sekadar membantu menjaga kebersihan dan operasional masjid.
3. Dakwah Bil Hal: Mengajak keluarga dan anak-anak ke masjid sejak dini, serta menghidupkan kegiatan remaja masjid sebagai kaderisasi.
4. Infak dan Sedekah: Bersedekah khusus untuk operasional dan kemakmuran masjid.
Hikmah bagi Umat dan Bangsa
Lebih jauh, memakmurkan masjid membawa hikmah strategis bagi ketahanan umat. Selain meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah, aktivitas di masjid mampu menumbuhkan persatuan (ukhuwah Islamiyah) dan membentuk generasi yang cinta terhadap rumah Allah. Masjid bertransformasi dari sekadar tempat sujud menjadi pusat kegiatan bermanfaat yang menjawab tantangan zaman.
“Masjid tidak hanya untuk shalat, tetapi juga sebagai pusat ilmu, dakwah, dan persatuan umat,” pungkas Ust Fahmi dalam kesimpulannya.

Melalui paparan yang elegan dan berbasis dalil naqli ini, Ust Chairul Fahmi berhasil mengingatkan kembali umat akan peran vital masjid. Di era modern ini, keberuntungan sejati mungkin memang terletak pada seberapa sering kaki kita melangkah menuju rumah Allah, bukan untuk mencari dunia, melainkan untuk mempersiapkan akhirat yang abadi.(AW)
