Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1447 H, bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah momentum spiritual yang membawa kita menelusuri kembali jejak agung para sahabat Nabi SAW — mereka yang meninggalkan segala kenikmatan dunia demi satu kata: iman.
Bayangkan Bilal bin Rabah, yang meninggalkan tanah kelahirannya dan menjadi sasaran penyiksaan karena mempertahankan kalimat tauhid. Lihat pula Abdurrahman bin Auf, saudagar sukses Makkah, yang saat hijrah ke Madinah tidak membawa harta apa pun, kecuali tekad dan keimanan. Ia tinggalkan rumah, kampung halaman, relasi bisnis, dan keluarganya — demi hidup sebagai Muslim sejati.
Tak sedikit air mata yang mengalir. Tangisan ibu, istri, anak, bahkan sahabat sendiri yang tak bisa ikut serta. Ada yang ditinggal wafat di jalan hijrah. Ada yang harus menyaksikan harta dijarah, rumah diambil alih. Hijrah adalah luka. Tapi dari luka itulah, lahir manusia-manusia unggul.
Dari Rasa Perih Menjadi Prestasi
Apa yang terjadi setelah itu?
Mereka berubah. Sikap mereka lebih sabar. Akhlak mereka lebih luhur. Etos kerja mereka lebih keras. Kepedulian mereka lebih besar. Dan semua itu berakar dari iman dan takwa yang kokoh. Allah pun menepati janji-Nya:
> “Siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak. (QS. 4: 100)
Abdurrahman bin Auf — yang dulu berangkat hijrah tanpa uang sepeser pun — menjadi salah satu orang terkaya di Madinah. Hartanya dipakai membiayai jihad, sedekah, dan pembebasan budak. Utsman bin Affan, sahabat yang juga berhijrah, menjadi pebisnis besar hingga mampu membeli sumur Raumah untuk kaum Muslimin.
Kekayaan Sahabat Pasca-Hijrah:
* Abdurrahman bin Auf: Memiliki ratusan ekor unta, kafilah dagang, kebun-kebun, dan kekayaan yang luar biasa. Pernah menyumbang 700 unta penuh muatan untuk jihad.
* Utsman bin Affan: Kaya raya, membiayai perluasan Masjid Nabawi, menyumbang 1000 dinar emas dan 950 unta saat Perang Tabuk.
* Zubair bin Awwam: Memiliki properti besar di Madinah, Mesir, dan Irak. Anak-anaknya menjadi pemimpin besar.
* Thalhah bin Ubaidillah: Dijuluki “syahid yang hidup” karena dermawannya, bahkan menyumbangkan seluruh hasil dagangannya.
Buah Hijrah: Generasi Penghafal Qur’an & Ulama Pewaris Nabi
Keberkahan hijrah tidak berhenti di generasi mereka. Anak-anak sahabat menjadi penghafal Al-Qur’an, alim ulama, dai besar, dan pejuang Islam. Mereka tumbuh dalam lingkungan iman yang kuat. Pendidikan adab dan akhlak menjadi prioritas.
* Anak-anak Umar bin Khattab, seperti Abdullah bin Umar, menjadi perawi hadits yang zuhud.
* Anak-anak Ali bin Abi Thalib, seperti Hasan dan Husain, menjadi pemimpin dan mujahid sejati.
* Abdullah bin Mas’ud menjadi guru Al-Qur’an bagi generasi tabi’in.
* Aisyah RA menjadi ulama perempuan terkemuka, rujukan ilmu fiqih dan hadits.
Tahun Baru 1447 H: Saatnya Kita Hijrah Menuju Kemenangan
Kini, 1447 H telah tiba. Apa yang kita bawa?
Apakah kita masih terikat zona nyaman, rutinitas yang melemahkan semangat, atau lingkungan yang menumpulkan iman? Sudah saatnya kita berhijrah — mental, spiritual, dan profesional. Inilah saatnya menjadi manusia unggul seperti para sahabat:
* Berakhlak mulia.
* Berilmu tinggi.
* Berkinerja produktif.
* Berjiwa sosial tinggi.
* Berorientasi akhirat, tanpa melupakan dunia.
MQG Training: Menyambut Hijrah Anda Menuju Kesuksesan
MQG Training hadir sebagai mitra transformasi Anda. Kami tidak hanya membekali Anda dengan ilmu dan keterampilan, tapi juga menanamkan nilai-nilai iman, etos hijrah, dan semangat menjadi insan unggul dunia-akhirat.
Bersama MQG Training:
* Anda akan belajar mindset hijrah dari zona biasa menuju luar biasa.
* Anda akan dibimbing menjadi muslim profesional yang berdaya dan berakhlak.
* Anda akan merancang masa depan yang berkah dan bermakna.
—
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H.
Mari kita buka lembaran baru, dengan hijrah hati, pikiran, dan tindakan.
Siap sukses bersama MQG Training — tempat berkumpulnya insan hijrah menuju kemuliaan.
> “Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tapi berpindah dari gelap menuju cahaya, dari hanya biasa menuju luar biasa.”
Penulis: Saeed Kamyabie
Pulau Tidung, 26 Juni 2025








