Zonaindonesiaworld.com, Sumatera Utara – Banjir besar yang melanda Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir meninggalkan duka mendalam sekaligus potret darurat infrastruktur yang mengkhawatirkan. Di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), warga terlihat menyeberangi sungai berarus deras hanya dengan berpegangan pada kabel listrik—aksi ekstrem yang viral dan menjadi simbol betapa parahnya dampak bencana yang terjadi.
Dalam video yang beredar, arus sungai terlihat berubah menjadi gulungan lumpur cokelat dengan kecepatan deras. Pondasi jembatan beton yang sebelumnya menjadi akses utama warga tampak hancur total, tersapu banjir dan longsor. Dengan kondisi itu, satu-satunya “jembatan” yang tersisa hanyalah seutas kabel atau tali kawat yang terbentang di atas sungai.
Di rekaman video tersebut tampak seorang pria membantu seorang anak perempuan bergelantungan pada kabel tersebut demi mencapai seberang sungai. Aksi itu dilakukan tanpa alat keselamatan apa pun—sebuah pertaruhan nyawa yang terpaksa dilakukan demi bertahan hidup.
“Kami tidak punya pilihan lain. Ada yang harus ke ladang, ada yang harus antar makanan. Jembatan putus, arusnya begini. Kami hanya berharap perbaikan segera dilakukan. Ini demi keselamatan kami,” ujar seorang warga dengan nada penuh kecemasan.
Situasi di Tapsel hanyalah satu dari banyak tragedi yang tengah berlangsung di Sumut. Berdasarkan data sementara dari Polda Sumatera Utara per Jumat pagi (28/11/2025), jumlah korban dan kerusakan akibat banjir, longsor, dan pohon tumbang sangat mengkhawatirkan.
Data Sementara Korban Bencana di Sumut, 62 orang meninggal dunia, 65 orang masih hilang, 13 orang luka berat, 82 orang luka ringan, 9.845 warga mengungsi.
Sebanyak 367 kejadian bencana tercatat dalam sepekan terakhir, melanda sedikitnya 20 kabupaten/kota. Selain banjir besar, tanah longsor dan pohon tumbang turut memutus akses jalan vital hingga merusak pemukiman warga.
Adapun data sementara wilayah yang terdampak terluas dari beberapa kota dan kabupaten yang terdampak paling parah antara lain, Kota Sibolga, Medan, Binjai, Padang Sidempuan, Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Deliserdang.
Aksi nekat warga Tapsel menyeberangi sungai dengan kabel memicu desakan publik agar pemerintah daerah dan pusat segera mengerahkan bantuan teknis. Pembangunan jembatan darurat dianggap mendesak untuk memastikan mobilitas warga dan mempercepat penyaluran logistik.
Selain itu, operasi pencarian terhadap puluhan korban hilang masih terus digencarkan oleh tim SAR gabungan di berbagai titik terdampak.
Bencana besar yang melanda Sumut kini memasuki fase kritis. Sementara itu, warga di daerah terpencil seperti Tapsel masih harus berjuang dengan segala keterbatasan untuk bertahan hidup menunggu bantuan tiba. (Sy)






