Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Sebelum beriman, kehidupan bangsa Arab di zaman jahiliyah penuh dengan kebodohan, keras kepala, permusuhan, peperangan, dan kemiskinan. Mereka saling bermusuhan hanya karena persoalan sepele, suku melawan suku, hidup tanpa arah, dan harta benda pun sangat terbatas di negeri yang gersang dan tandus. 20/08/2025)
Namun, setelah cahaya Islam masuk ke dalam hati mereka, shalat ditegakkan, dan masjid menjadi pusat kehidupan, hidup mereka berubah total. Dari kaum yang hina dina, mereka diangkat menjadi umat yang mulia, kaya, dan memimpin dunia. Kunci perubahannya adalah iman, shalat, dan masjid.
Sahabat Kaya Raya setelah Beriman
Padahal negeri Arab sangat gersang, namun karena keberkahan iman dan shalat, lahirlah para sahabat yang kaya raya. Di antara sahabat yang terkenal kekayaannya:
1. Abdurrahman bin Auf – ahli bisnis yang hartanya melimpah, bahkan sering menyumbang ribuan dinar emas untuk jihad.
2. Utsman bin Affan – pedagang besar yang membeli sumur Raumah dan mewakafkannya, juga membiayai separuh pasukan perang Tabuk.
3. Abu Bakar Ash-Shiddiq – menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah.
4. Thalhah bin Ubaidillah – seorang pedagang sukses yang dermawan, selalu menafkahkan hartanya.
5. Zubair bin Awwam – memiliki banyak tanah dan aset berharga di Madinah.
Mereka kaya bukan karena tanah subur, tapi karena keberkahan amal masjid: iman yang kuat, shalat yang hidup, dan sedekah yang deras.
Indonesia Lebih Subur, Harusnya Lebih Kaya
Bandingkan dengan Indonesia. Negeri ini begitu subur, lautan luas, gunung penuh mineral, tanahnya bisa ditanami apa saja. Seharusnya umat Islam Indonesia jauh lebih kaya daripada para sahabat, karena nikmat Allah lebih banyak diberikan. Namun sayangnya, kekayaan itu belum dirasakan secara merata karena masjid-masjid banyak yang sepi dan belum dijadikan pusat penggerak umat.
Bukti syukur nikmat adalah memakmurkan masjid. Dengan shalat berjamaah, zakat, sedekah, dan wakaf yang dikelola dari masjid, umat akan mendapatkan keberkahan ekonomi.
RPM Profesional: Memakmurkan Masjid dengan Sistem
Jika pabrik, industri, dan toko-toko saja membayar salesman untuk mencari pelanggan, mengapa masjid tidak bisa memiliki Relawan Pemakmur Masjid (RPM) profesional?
RPM bisa bekerja dengan sistem target, misalnya setiap berhasil mengajak 1 orang baru shalat di masjid diberi insentif Rp50.000.
Ini bukan sekadar gaji, melainkan investasi memakmurkan masjid. Semakin banyak jamaah, semakin hidup masjid.
Dengan jamaah yang ramai, masjid lebih mudah menggerakkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Ustadz-ustadz juga perlu memberikan imbauan sedekah secara rutin, sehingga jamaah merasa terlibat langsung dalam menjaga keberlangsungan masjid.
Batasan “Orang Baru” yang Dihitung
Agar lebih jelas, yang dimaksud orang baru dalam kerja RPM bukan sekadar orang lewat, pedagang keliling, atau tamu yang singgah sementara. Yang dihitung adalah:
1. Warga Tempatan – penduduk yang tinggal menetap di sekitar masjid.
2. Minimal Ngontrak di Wilayah Masjid – termasuk warga kontrakan atau kos.
3. Bukan Pendatang Sementara – tamu, pedagang keliling, atau pelancong tidak termasuk.
4. Komitmen Berjamaah – benar-benar rutin hadir shalat berjamaah di masjid, bukan sekadar sekali datang.
5. Tercatat Resmi – nama dan alamatnya dicatat serta dilaporkan dalam musyawarah pagi RPM setelah Subuh.
Dengan demikian, target RPM adalah menjadikan warga sekitar sebagai jamaah tetap masjid, bukan hanya sekedar keramaian sesaat.
Manfaat Ekonomi dari RPM Profesional
Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar masjid.
Membuat masjid hidup dengan jamaah, ilmu, dan amal.
Mengubah energi jamaah menjadi gerakan sosial-ekonomi yang nyata, sebagaimana sering dikatakan oleh ketua umum DMI Bapak Jusuf Kalla, “Bagaimana jama’ah memakmurkan masjid dan masjid memakmurkan jama’ah”
Biaya operasional RPM dapat dilaporkan secara resmi sebagai biaya pemakmuran masjid, sama seperti perusahaan melaporkan biaya pemasaran.
Dukungan Donatur
Untuk mewujudkan gerakan ini, Yayasan Masjid Makmur Indonesia membuka kesempatan bagi kaum Muslimin untuk mendukung secara moril maupun materil. Insya Allah, setiap rupiah yang disumbangkan akan menjadi pahala jariyah, mengalir pahalanya termasuk kepada para pewakaf masjid yang telah wafat.
Donasi dapat disalurkan melalui:
Rekening BSI 7169004727
a.n. Yayasan Masjid Makmur Indonesia
Dahulu sahabat berubah dari miskin menjadi kaya karena masjid, iman, dan shalat.
Indonesia yang jauh lebih subur seharusnya bisa lebih makmur, asalkan masjid benar-benar dihidupkan.
RPM profesional adalah salah satu solusi nyata agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat ekonomi dan kesejahteraan umat.
Pengurus Masjid jangan takut rugi. Semakin banyak jamaah, semakin besar potensi rezeki yang Allah turunkan. Insya Allah.
(Saeed Kamyabi)
Info YAMMI
M. Sucipto +62 815-9345-329
Abdul Halim Said +62 813 8581 7649








