Zonaindonesiaworld.com, Bengkulu — Dalam sebuah pernyataan yang bersejarah, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, mendeklarasikan Bengkulu sebagai Provinsi Konservasi, sebuah langkah berani dan visioner dalam menata pembangunan daerah yang berpihak pada kelestarian alam dan kesejahteraan jangka panjang. Deklarasi ini lahir setelah diskusi mendalam selama tiga jam bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang memberikan inspirasi kuat dalam merumuskan arah pembangunan Bengkulu ke depan. (30/04/2025)
Dalam percakapannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa Swedia adalah negara yang tidak pernah menggali tanah untuk mencari batubara ataupun emas, namun tetap menjadi salah satu negara paling sejahtera di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan lingkungan. Gubernur Helmi Hasan pun membandingkan dengan pengalamannya menjelajahi Kamboja, dari kota ke kota hingga desa ke desa, di mana ia tidak melihat aktivitas penggalian tanah untuk pertambangan. Negara itu tetap hidup dan rakyatnya tidak terjebak dalam kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam.
Berangkat dari kesadaran ini, Provinsi Bengkulu dideklarasikan sebagai Provinsi Konservasi.
Apa yang Dimaksud dengan Konservasi?
Konservasi adalah upaya pelestarian dan perlindungan sumber daya alam agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang. Dalam konteks ini, konservasi mencakup:
1. Melindungi hutan dan ekosistem alamiah dari alih fungsi lahan yang merusak.
2. Menghentikan atau membatasi aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
3. Mengembangkan ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan, seperti ekowisata, pertanian organik, dan perikanan ramah lingkungan.
4. Memberdayakan masyarakat lokal dengan pendekatan kearifan lokal dan inovasi ramah lingkungan.
5. Menjaga kualitas air, tanah, dan udara melalui kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan.
Visi Bengkulu Sebagai Provinsi Konservasi
Deklarasi ini bukan sekadar slogan, tetapi langkah nyata untuk menjadikan Bengkulu sebagai model pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mengedepankan:
– Penolakan terhadap izin tambang yang merusak alam.
– Penguatan regulasi dan pengawasan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan.
– Kemitraan dengan lembaga internasional dan nasional dalam konservasi hutan, satwa, dan wilayah pesisir.
– Pendidikan lingkungan sejak dini dan pelibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian.
Harapan ke Depan
Dengan menjadikan konservasi sebagai fondasi pembangunan, Bengkulu berharap menjadi provinsi yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga sejahtera secara sosial dan ekonomi. Bengkulu tidak ingin menjadi kaya karena menggali tanah, tetapi ingin kaya karena merawat tanah.
Gubernur Helmi Hasan mengajak seluruh masyarakat Bengkulu, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda untuk mendukung transformasi ini. Bengkulu sebagai bumi kelahiran bendera merah putih, bukan hanya milik kita hari ini, tapi warisan untuk anak cucu esok hari.
—sangsaka—








