Berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ, siapa pun yang akhir hayatnya mengucapkan La ilaha illallah (kalimat tauhid) dijanjikan akan masuk surga. Namun, para ulama menjelaskan bahwa janji ini bukan sekadar ucapan lisan di akhir hayat, melainkan cerminan dari keyakinan dan amal semasa hidup.
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.
Makna Sebenarnya: Ulama menegaskan bahwa kalimat tersebut harus diucapkan dengan penuh pemahaman, keyakinan, dan diamalkan konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari.
Dua Kondisi Ulama (Jumhur):
Jika ia meninggal tanpa dosa (karena bertaubat), ia akan masuk surga tanpa hisab.
Jika ia meninggal sebagai ahli maksiat , ia tetap akan masuk surga, namun harus melewati proses pembersihan (hisab dan siksa sementara) terlebih dahulu atas dosa-dosanya.
Kemampuan mengucapkan kalimat mulia ini di saat sakaratul maut adalah anugerah besar dari Allah SWT yang buahnya dipetik dari keimanan dan ketaatan selama di dunia.
والله اعلم


