Masalah APBN “Terkunci” Bunga Utang? Sistem Ekonomi Langit Tawarkan Jalan Keluar

Oleh Saeed Kamyabi

ZIW.com, Tangerang – Filosofi Sistem Ekonomi Langit berakar pada nilai keadilan, kemandirian, dan pemberdayaan rakyat. Sistem ini menolak praktik ekonomi yang menindas, seperti riba (bunga), yang justru memindahkan kekayaan dari mayoritas rakyat kepada segelintir pemilik modal. Masalah utang berbunga yang membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah bukti nyata dari sistem ekonomi yang tidak berkeadilan. Karena itu, solusi yang ditawarkan tidak bisa sekadar tambal sulam, melainkan harus fundamental. (29/09/2025)

Solusi Sistem Ekonomi Langit: Membebaskan APBN dari Jeratan Utang Berbunga

Pendekatan yang ditawarkan terdiri atas dua tahap:

Strategi Jangka Pendek (Transisi): mengurangi beban sekaligus menciptakan ruang gerak APBN.

Strategi Jangka Panjang (Transformasi): membangun fondasi sistem ekonomi berdaulat dan mandiri.

A. Strategi Jangka Pendek: Mengurangi Beban dan Menciptakan Ruang Gerak

1. Restrukturisasi dan Negosiasi Ulang Utang

Prinsip: Musyawarah untuk kemaslahatan bersama.

Langkah nyata: Pemerintah perlu aktif bernegosiasi agar utang berbunga dapat dikonversi ke skema yang lebih adil, misalnya Debt-to-Development Swap. Dengan mekanisme ini, utang tidak lagi dibayar dengan bunga tunai, melainkan dialihkan menjadi proyek riil seperti infrastruktur hijau atau pendidikan, yang dikerjakan bersama mitra negara kreditur.

2. Optimalisasi Penerimaan Negara Secara Berkeadilan

Prinsip: Keadilan dalam pengelolaan kekayaan.

Langkah nyata:

Pajak diperkuat melalui pengetatan terhadap korporasi besar dan penutupan celah penghindaran pajak, bukan dengan menaikkan pajak rakyat kecil.

Penerimaan dari sektor sumber daya alam dimaksimalkan melalui skema bagi hasil yang adil, agar hasil bumi benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat.

3. Pengalihan Belanja Tidak Produktif ke Sektor Produktif

Prinsip: Belanja negara harus membawa maslahat dan memakmurkan bumi.

Langkah nyata: Audit efisiensi dilakukan untuk memangkas belanja yang boros atau tidak prioritas, lalu dialihkan ke sektor produktif seperti program padat karya dan permodalan UMKM.

B. Strategi Jangka Panjang: Membangun Sistem Keuangan Berdaulat

 

1. Pengembangan Sistem Keuangan Syariah dan Non-Riba

Prinsip: Riba diharamkan, jual beli dan bagi hasil dihalalkan.

Langkah nyata:

Pembiayaan proyek pemerintah diarahkan menggunakan sukuk (obligasi syariah) berbasis bagi hasil, bukan bunga.

Perbankan syariah dan BPRS diperkuat agar menjadi ujung tombak pembiayaan UMKM dengan akad mudharabah (bagi hasil) dan musyarakah (kemitraan).

2. Lembaga Keuangan Mikro Berbasis Komunitas (BMT)

Prinsip: Gotong royong dan pemberdayaan akar rumput.

Langkah nyata: Pemerintah mendorong pembentukan BMT di setiap desa/kelurahan dengan dukungan dana desa sebagai modal awal. BMT diharapkan menjadi pusat pembiayaan UMKM lokal tanpa bunga.

3. Kemandirian Ekonomi Daerah

Prinsip: Daerah berdaya sesuai potensinya.

Langkah nyata: Daerah diarahkan mengembangkan komoditas unggulan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, sehingga mampu menghasilkan PAD yang kuat dan mengurangi ketergantungan pada APBN pusat.

4. Reformasi Mentalitas Pengelolaan Keuangan Negara

Prinsip: Amanah dan tanggung jawab kepada Tuhan dan rakyat.

Langkah nyata: Mengubah paradigma fiskal dari sekadar menjaga stabilitas semu berbasis utang, menjadi keberanian membangun kesejahteraan rakyat melalui penguatan ekonomi riil, UMKM, dan keadilan sosial.

Penutup

Masalah APBN yang terkunci bunga utang lahir dari sistem ekonomi yang keliru. Sistem Ekonomi Langit menghadirkan solusi yang bukan hanya teknis, tetapi juga filosofis dan transformatif.

Dengan strategi transisi, beban bunga dapat segera dikurangi. Dengan strategi transformasi, Indonesia dapat membangun kedaulatan ekonomi yang sesungguhnya—di mana uang rakyat tidak lagi terjebak untuk membayar bunga, tetapi mengalir deras bagi pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan terwujudnya keadilan sosial.

Seperti pepatah, “Jangan hanya memberi ikan, tetapi berikan kail.” Sistem Ekonomi Langit bahkan lebih jauh: tidak hanya memberikan kail, tetapi juga membersihkan danau dari jerat riba, agar setiap orang bisa memancing dengan tenang, adil, dan hasilnya dinikmati bersama.

 

Penulis: Saeed Kamyabi

Inisiator Sistem Ekonomi Langit

  • Related Posts

    Analisis Kebijakan Bebas Visa Umrah Indonesia–Arab Saudi dalam Perspektif Visi Saudi 2030

    Pandangan Dr. Zainuddin Hasan Oleh: Saeed Kamyabi Bismillahirrahmanirrahim Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan secara konsisten menjadi penyumbang jamaah haji dan umrah terbesar…

    Analisis Ekonomi Langit untuk Perbaikan Sistem Ekonomi Indonesia Pasca Bencana Alam

    Konsep Ekonomi Langit Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Ekonomi Langit adalah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan, keberlanjutan, dan keadilan dalam sistem ekonomi. Konsep ini menekankan bahwa sumber daya alam adalah amanah dari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *