Zonaindonesiaworld.com, Bengkulu – Dalam upaya mewujudkan Provinsi Bengkulu yang Religius, Sejahtera, dan Bahagia, Bank Bengkulu menginisiasi sebuah langkah spiritual yang patut diapresiasi: Majelis Taklim Hari Rabu (MTHR). Program ini bukan sekadar rutinitas pengajian, namun menjadi sebuah ikhtiar membangun karakter pekerja profesional yang beriman, berakhlak mulia, dan produktif dalam bingkai nilai-nilai ketuhanan.
Majelis ini telah berlangsung dua sesi dari total enam belas sesi yang dirancang, dengan Ustaz Saeed Kamyabi dari Jakarta sebagai pembimbing utamanya. Beliau adalah dai lintas bangsa yang telah tampil di puluhan negara, memahami ragam budaya, bahasa, serta dinamika sosial. Dengan pengalaman itu, Ustaz Saeed mampu merangkul peserta dengan pendekatan yang lembut, tetapi menyentuh inti—menghidupkan keimanan dan menyadarkan akan pentingnya akhlak di ruang kerja.
Spiritualitas di Tengah Profesionalitas
Majelis yang diikuti oleh hampir seluruh direksi, komisaris, dan karyawan Bank Bengkulu di kota Bengkulu ini bukan semata ajang ceramah. Acara dimulai dengan pembacaan surat-surat pendek dari Al-Qur’an atau hafalan hadits-hadits ringan, yang menjadi pemantik ruhani sebelum masuk pada penguatan materi.
Dalam dua pertemuan awal, Ustaz Saeed menekankan bahwa iman bukan sekadar keyakinan, tapi energi hidup. Iman melahirkan kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, dan cinta kerja keras. Akhlak mulia bukan hiasan, tapi jati diri seorang Muslim yang profesional. Seorang pegawai yang menjunjung tinggi akhlak, tidak akan korup, tidak akan zalim, dan selalu menjaga amanah.
Langkah Nyata Menuju Bengkulu Religius
Visi Bengkulu sebagai daerah yang religius dan bahagia tidak cukup hanya tertulis dalam dokumen. Ia harus hadir di ruang-ruang kerja, di meja-meja rapat, dan dalam setiap interaksi pelayanan publik. Itulah yang sedang dibangun melalui MTHR—transformasi spiritual yang mengakar pada kinerja dan pelayanan.
Bengkulu yang sejahtera bisa dibangun dengan anggaran dan pembangunan fisik. Namun Bengkulu yang bahagia hanya bisa diraih jika hati-hati para pelayan publik dan profesional terisi oleh nilai-nilai iman dan akhlak. Karena bahagia sejati tidak lahir dari gaji besar semata, melainkan dari ketenangan hati, kejujuran kerja, dan keberkahan hidup.
Model Pengajian yang Bisa Dicontoh
Program MTHR ini bisa dijadikan model bagi instansi pemerintah maupun swasta di seluruh Indonesia. Formatnya sederhana namun dalam: pengajian mingguan yang konsisten, materi aplikatif, dan pendekatan spiritual yang menyentuh kehidupan profesional. Dengan panduan ustaz yang berpengalaman seperti Ustaz Saeed, perubahan budaya kerja berbasis iman dan etika dapat dilakukan tanpa harus berbenturan dengan target dan kinerja.
Bagi lembaga yang ingin mengadakan program serupa, dapat menghubungi:
MQG Training – 0813 9910 8585
Tim ini telah berpengalaman menyelenggarakan pelatihan spiritual untuk kalangan profesional di berbagai kota bahkan negara
Bengkulu Religius, Sejahtera, dan Bahagia bukan mimpi. Ia sedang dirintis dari dalam hati—melalui pengajian, doa, dan penguatan akhlak para pelayan ekonomi dan publiknya. Majelis Taklim Hari Rabu di Bank Bengkulu menjadi contoh nyata bahwa iman bukan beban di tempat kerja, tapi justru cahaya yang menuntun setiap langkah menuju keberkahan.
Insya Allah, batch ke-3 akan dilanjutkan besok Rabu, 9 Juli 2025. Semoga istiqamah dan meluas ke seluruh instansi di tanah air.
Ummu Atiqah
MQG Training







