Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) memastikan kesiapan penuh untuk menggelar Forum Nelayan Nasional (FNN) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, pada 27 November 2025. Acara besar ini diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi dan kemandirian nelayan Indonesia di tengah tantangan pangan global.
Kabar baik datang dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, yang menyatakan kesiapannya untuk membuka dan mendukung penuh penyelenggaraan FNN dan Rakernas HMNI. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor kelautan dan perikanan kini mendapat perhatian strategis dalam kebijakan ketahanan pangan nasional.
Ketua Umum DPP HMNI, Brata Tridharma, menegaskan bahwa forum tersebut akan difokuskan pada pembahasan strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, dari hulu hingga hilir.
“Kami ingin memastikan nelayan memiliki posisi yang kuat dalam rantai ekonomi nasional, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan Indonesia,” ujar Brata di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).
Sejumlah tokoh nasional dipastikan hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan FNN dan Rakernas HMNI 2025. Di antaranya, Ibu Titiek Suharto, yang baru-baru ini mengadakan pertemuan hangat dengan perwakilan Co-op Gernas, wadah berbagai relawan nasional.
Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Ar-Rahmah, Krapyak, Yogyakarta pada 10 Oktober 2025 itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:
• Brata Tridharma (Ketum DPP HMNI)
• Oktavianus Mansyur ST (Ketum DPP PPN)
• David Sugandi (Ketum DPP Elkan)
• Sugeng Sutrisno (Sekretaris Co-op Gernas)
• KH Drs Abdulloh Faqih SH, Pengasuh Ponpes Ar-Rahmah sekaligus Ketua IDMI.
Selain dukungan moral, komitmen kuat juga datang dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin RI).
Ketua BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu pintu utama dalam mengentaskan kemiskinan berbasis ekonomi rakyat.
“Pemberdayaan nelayan berarti memperkuat fondasi ekonomi bangsa. Kami siap bersinergi dengan HMNI dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
HMNI berharap FNN dan Rakernas 2025 akan menjadi titik awal kebangkitan nelayan Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, tokoh nasional, dan masyarakat pesisir, HMNI optimistis Indonesia dapat memaksimalkan potensi laut sebagai sumber kehidupan sekaligus pilar kejayaan bangsa di masa depan.
“Dari laut kita kuat, dari nelayan Indonesia bangkit.”
(*/Saeed Kamyabi)








