Zonaindonesiaworld.com, Tangsel – Keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk pertama kalinya menggelar perayaan Natal bersama secara institusional mendapat dukungan penuh dari dai Saeed Kamyabi. Menurutnya, langkah ini adalah perwujudan nyata dari semangat dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (27/11/2025)
Dakwah yang Menyejukkan
Saeed Kamyabi, yang dikenal menyuarakan Islam yang ramah dan inklusif, menekankan bahwa esensi dakwah rahmatan lil ‘alamin adalah menjadi sumber kebaikan bagi semua, tanpa memandang agama.
“Hadirnya Muslim dalam acara yang menghormati keyakinan Nasrani adalah bentuk akhlak dan ihsan yang diajarkan Rasulullah SAW,” tegas Kamyabi.
Ia juga mengutip Surah Al-Mumtahanah ayat 8, yang menekankan pentingnya berbuat baik dan adil kepada mereka yang tidak memerangi umat Muslim.
Menjawab Pikiran Sempit dengan Kearifan Nusantara
Kamyabi menyebut pihak yang menentang langkah Kemenag terjebak dalam “pikiran sempit,” yang hanya melihat hubungan antarumat beragama dari sudut pandang konflik.
“Mereka yang menolak hanya karena label ‘Natal’ telah menyempitkan ajaran Islam yang luas. Indonesia adalah ‘lukisan indah’ yang harus dirawat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sikap menghadiri perayaan agama lain sebagai bentuk hormat telah ada dalam sejarah Islam, seperti Piagam Madinah.
Kemenag sebagai Rumah Bersama dan Teladan Toleransi
Kamyabi mendukung visi Kemenag sebagai rumah besar bagi semua umat beragama. Ia melihat kepemimpinan Kemenag saat ini mempraktikkan dakwah bil hal (dakwah melalui tindakan nyata).
“Dengan menjadi tuan rumah yang baik, Kemenag justru meninggikan martabat Islam. Ini adalah dakwah yang efektif,” paparnya.
Ia berharap langkah ini menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Dari Toleransi Menuju Keharmonisan Sejati
Bagi Saeed Kamyabi, isu Natal bersama Kemenag adalah ujian bagi kematangan beragama dan berbangsa umat Islam Indonesia. Dukungannya adalah penegasan bahwa dalam ruang publik yang majemuk, akhlak mulia, toleransi aktif, dan semangat kebersamaan adalah pilar utama. Langkah ini adalah jihad modern untuk melawan narasi-narasi sempit yang memecah belah. “Kita tidak akan sampai kepada acara ritual peribadatan, ibarat rumah paling jauh hanya sampai ruang tamu, tidak masuk kamar”
Saeed Kamyabi
Da’i internasional








