Mimpi Siang Bolong !! Layanan Kesehatan Menyeluruh untuk Seluruh Bangsa Indonesia

Oleh: Saeed Kamyabi

Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Seandainya saya Menteri Kesehatan Republik Indonesia, maka hal pertama yang akan saya perjuangkan adalah mewujudkan layanan kesehatan menyeluruh, tanpa biaya, dan tanpa hambatan, bagi seluruh rakyat Indonesia – dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. (29/06/2025)

Mimpi Besar: Berobat Gratis Cukup dengan NIK atau Paspor

Setiap warga negara Indonesia yang sedang sakit, bebas masuk ke Puskesmas, klinik, atau rumah sakit mana pun, cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) – tidak perlu kartu ini itu, tidak perlu uang muka, tidak perlu BPJS aktif atau tidak aktif.

Semua riwayat kesehatan langsung terekam dan terhubung melalui satu aplikasi nasional yang menyimpan rekam medis digital pasien – dimanapun dia pernah berobat sebelumnya. Jika warga negara asing datang dan membutuhkan pertolongan, cukup menunjukkan nomor paspor untuk mendapat pelayanan serupa – karena nilai kemanusiaan tak mengenal batas negara.

Lebih dari Sekadar Pasien: Penunggu Pun Dihargai

Pasien yang dirawat tak akan sendirian. Dua orang penunggu pasien juga akan mendapat dukungan pemerintah berupa uang makan dan transportasi selama masa rawat inap. Ini bentuk penghargaan terhadap keluarga yang mendampingi dan meringankan beban psikologis pasien.

Darimana Dananya? Ini Indonesia Bung: Negeri Kaya Raya

Banyak yang akan bertanya: dari mana dananya? Maka saya akan jawab: dari Indonesia sendiri.

Indonesia punya:

* Tambang emas dan nikel terbesar dunia (Papua, Sulawesi, Kalimantan)

* Ladang migas melimpah (Riau, Natuna, Papua)

* Sumber daya laut yang luas dan belum optimal dimanfaatkan

* Pendapatan dari cukai, pajak, ekspor sawit, kopi, rempah, batubara

* Dividen BUMN, dana desa, dana CSR perusahaan swasta

* Potensi pariwisata kelas dunia (Bali, Raja Ampat, Danau Toba)

Jika kekayaan ini dikelola dengan benar dan transparan, maka layanan kesehatan gratis bukan mimpi – tapi kewajiban.

Kolaborasi Lintas Kementerian: Kesehatan Milik Bersama

Kesehatan adalah urusan semua kementerian. Saya akan menggandeng:

* Kementerian Keuangan untuk alokasi APBN dan pencairan cepat

* Kementerian Sosial untuk data keluarga tidak mampu dan penunggu pasien

* Kementerian Kominfo untuk sistem aplikasi dan server rekam medis digital

* Kementerian Dalam Negeri untuk pemadanan NIK dan database penduduk

* Kementerian Pendidikan dan Riset untuk riset medis dan peningkatan SDM tenaga kesehatan

Kelahiran = Asuransi Otomatis

Sejak bayi lahir, dia otomatis terdaftar sebagai penerima asuransi kesehatan yang dibiayai negara. Tidak ada lagi bayi yang ditolak rumah sakit. Tidak ada lagi ibu yang menangis di ruang bersalin karena tidak mampu bayar persalinan.

Dukungan Teknologi: Satu Aplikasi Nasional

Satu aplikasi kesehatan digital nasional akan mencatat:

* Riwayat berobat

* Alergi obat

* Penyakit kronis

* Hasil laboratorium dan rontgen

* Resep dokter terdahulu

* Lokasi faskes terdekat

Data ini bisa diakses oleh petugas kesehatan di manapun pasien dirawat, sehingga tidak perlu mengulang cerita dan tidak ada kesalahan pemberian obat.

Keuntungan Besar Bagi Bangsa

1. Ekonomi:

* Rakyat sehat = produktivitas meningkat

* Beban pengeluaran rumah tangga berkurang

* UMKM dan petani lebih fokus bekerja tanpa cemas soal biaya berobat

2. Sosial:

* Menghapus stigma “orang miskin tak boleh sakit”

* Meningkatkan solidaritas antar warga negara

* Mendorong rasa aman dan tenteram di masyarakat

3. Politik:

* Meningkatkan kepercayaan rakyat pada negara

* Menurunkan potensi konflik sosial akibat ketimpangan pelayanan

* Menjadi contoh global bahwa Indonesia bisa memimpin dalam keadilan sosial

Maka….

Layanan kesehatan menyeluruh, tanpa biaya, berbasis NIK dan teknologi digital bukan sekadar mimpi, tapi keharusan moral dan kebangsaan. Negara yang besar adalah negara yang menghormati hak hidup dan kesehatan setiap warganya – tanpa kecuali, tanpa diskriminasi.

Jika saya menjadi Menteri Kesehatan, maka inilah bentuk pengabdian saya: menjadikan Indonesia bangsa yang sehat, kuat, dan bermartabat.

Penulis: Saeed Kamyabi

Editor: Syah

Related Posts

Analisis Kebijakan Bebas Visa Umrah Indonesia–Arab Saudi dalam Perspektif Visi Saudi 2030

Pandangan Dr. Zainuddin Hasan Oleh: Saeed Kamyabi Bismillahirrahmanirrahim Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan secara konsisten menjadi penyumbang jamaah haji dan umrah terbesar…

Analisis Ekonomi Langit untuk Perbaikan Sistem Ekonomi Indonesia Pasca Bencana Alam

Konsep Ekonomi Langit Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Ekonomi Langit adalah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan, keberlanjutan, dan keadilan dalam sistem ekonomi. Konsep ini menekankan bahwa sumber daya alam adalah amanah dari…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *