ZIW.com, Serang – Polda Banten resmi meluncurkan program Perwira Samapta (PAMAPTA) dan Tim Negosiator Polwan, sebagai langkah strategis dalam mewujudkan transformasi kelembagaan Polri menuju organisasi yang semakin Presisi, responsif, dan humanis.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Polda Banten, Senin (20/10), dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Banten.
Dalam amanatnya, Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa peluncuran PAMAPTA merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Kegiatan launching ini memiliki makna yang sangat penting dalam kerangka transformasi kelembagaan Polri. Penyesuaian nomenklatur dari Kepala Unit SPK menjadi Perwira Samapta (PAMAPTA) bukan sekadar administratif, namun bagian dari penguatan fungsi pelayanan kepolisian terpadu,” ujar Kapolda Banten.
Kapolda Banten menjelaskan, PAMAPTA akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan Polri, mulai dari penerimaan laporan masyarakat, penanganan pertama di TKP, pelayanan surat-menyurat, hingga patroli dan pengamanan kegiatan publik.
“Tugas ini menuntut profesionalisme, disiplin, ketegasan, serta empati. PAMAPTA harus mampu menjadi problem solver, bukan sekadar penerima laporan. Karena di tangan rekan-rekanlah citra Polri pertama kali terbentuk di mata masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Polda Banten juga meresmikan Tim Negosiator, yang terdiri dari personel Polwan berpangkat Pama dan Bintara terlatih. Tim ini dibentuk untuk mengedepankan pendekatan dialogis dalam menghadapi potensi konflik sosial, aksi unjuk rasa, serta dinamika masyarakat.
“Pembentukan Tim Negosiator merupakan wujud nyata pendekatan humanis dan persuasif Polri. Kita harus selalu mengedepankan dialog, komunikasi efektif, dan pengendalian diri, dengan tetap melindungi hak asasi manusia serta menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar Kapolda Banten.
Dalam arahannya, Kapolda Banten memberikan empat pesan penting kepada seluruh personel:
1.Laksanakan tugas dengan tanggung jawab, empati, dan integritas; hadir memberi rasa aman kepada masyarakat.
2.Tingkatkan kemampuan teknis dan komunikasi taktis; kuasai SOP serta teknologi pendukung.
3.Perkuat sinergi antar fungsi—menjadi penghubung antara Samapta, Intelkam, Reskrim, dan Lantas.
4.Jaga citra dan marwah Polri; hindari arogansi, serta tanamkan budaya melayani sepenuh hati.
Kapolda Banten juga mengapresiasi seluruh personel yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan baik, termasuk penyusunan sistem kerja dan pola pelatihan.
“Semoga dengan hadirnya PAMAPTA dan Tim Negosiator di seluruh jajaran Polda Banten, pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan humanis, serta kepercayaan publik kepada Polri semakin meningkat,” tutup Irjen Pol Hengki.
Dengan diluncurkannya PAMAPTA dan Tim Negosiator ini, Polda Banten menegaskan komitmennya menghadirkan sosok Polri yang tegas namun humanis, komunikatif, dan selalu hadir sebagai solusi bagi masyarakat. (Syz)








