Said Didu: Dari Manusia Merdeka Menuju Sistem Ekonomi Langit

Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Ada orang yang hidupnya penuh kompromi, ada pula yang hidup dengan keberanian. Said Didu jelas berada di kubu yang kedua. Ia pernah berada di lingkaran elite: mengatur BUMN, duduk sebagai staf khusus menteri, menikmati segala fasilitas kekuasaan. Namun, ketika aroma busuk kasus “Papa Minta Saham” mencuat, ia memilih jalan yang jarang ditempuh: meninggalkan lingkaran kekuasaan. (10/09/2025)

Banyak yang menyebutnya nekat—melepaskan jabatan, menolak kenyamanan, menempuh jalan sunyi. Namun justru di situlah ia menemukan jati diri: manusia merdeka. Merdeka dari oligarki, merdeka dari kepura-puraan, merdeka dari kompromi murahan yang sering dibungkus jargon “demi bangsa.”

Tertipu Janji Jokowi, Lalu Bangkit Melawan Awalnya

Said Didu sempat percaya pada Jokowi: sederhana, bersih, pro-rakyat. Namun kenyataan berkata lain. Kasus “Papa Minta Saham” yang ia ungkap tidak membersihkan sistem, justru membuatnya tersingkir. Lebih mengecewakan lagi, ia menyaksikan tokoh yang dulu dianggap “musuh bangsa” malah duduk santai di acara keluarga Presiden.

Dari situ, Said Didu sadar: negeri ini sedang mempertontonkan sandiwara kelas tinggi, dan rakyat dipaksa menjadi penonton pasif. Ia pun memilih berhenti—bukan karena kalah, melainkan karena tidak sudi menjadi bagian dari kebohongan. “Saya tidak mau bergabung dengan pembohong,” ujarnya tegas.

Menghadapi Prabowo: Jangan Sekadar Jadi Bayangan

Kini, di bawah kepemimpinan Prabowo, banyak rakyat menaruh harapan baru. Said Didu juga berharap, tapi tetap kritis. Baginya, presiden baru tak boleh sekadar menjadi bayangan pendahulu. Ia menantang Prabowo agar benar-benar tampil sebagai pemimpin, bukan sekadar penerus rezim lama.

Dengan gaya sarkastis, ia mengingatkan: kursi presiden bukanlah warisan. Dibutuhkan keberanian, sebagaimana Soeharto pernah berani mengambil alih dari Sukarno, atau Habibie berani mengambil jarak dari Soeharto.

Solusi: Sistem Ekonomi Langit

Bagi Said Didu, kritik saja tidak cukup. Solusi harus ditawarkan. Di sinilah Sistem Ekonomi Langit yang digagas Saeed Kamyabi menemukan relevansinya.
Bayangkan sebuah sistem ekonomi yang tidak tunduk pada oligarki, tidak dijadikan sapi perah mafia impor, dan tidak menjadi ladang rente tambang. Ekonomi yang berpihak pada rakyat, bukan hanya konglomerat.

Nilai-nilainya universal:
•Tanpa diskriminasi – setiap warga berhak atas keadilan ekonomi.
•Tanpa rente dan riba – hanya kerja nyata yang dihargai.
•Tanpa oligarki – distribusi hasil kekayaan harus adil bagi seluruh rakyat.

Blueprint Sistem Ekonomi Langit

1. Energi: Stop Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Nasionalisasi strategis aset vital.
Kembangkan energi baru terbarukan berbasis kemandirian, bukan proyek bancakan.
Hapus mafia impor BBM.

2. Pangan: Dari Lumbung ke Lumbung, Bukan Impor ke Oligarki
Stop politik impor.
Bangun koperasi pangan modern.
Gunakan teknologi digital untuk memutus rantai tengkulak.

3. Tambang: Dari Kutukan Jadi Berkah
Hilirisasi berbasis kedaulatan, bukan oligarki.
Ketatkan pengawasan izin tambang.
Arahkan hasil tambang untuk riset, pendidikan, dan desa.

4. Pendidikan: Cetak Generasi Merdeka, Bukan Buruh Murahan
Pendidikan berbasis riset.
Subsidi silang biaya kuliah dari hasil SDA.
Kurikulum membentuk keberanian, kejujuran, dan kreativitas.

5. Tata Kelola Negara: Singkirkan Oligarki, Kembalikan Amanah
Reformasi hukum total; korupsi musuh utama.
Transparansi anggaran.
Batasi masa jabatan dan privilese pejabat.

Dari Merdeka Pribadi Menuju Merdeka Nasional

Said Didu telah membayar mahal harga sebuah kejujuran. Ia berani keluar dari lingkaran kekuasaan demi kebenaran. Itu adalah bentuk kemerdekaan pribadi.
Namun bangsa ini menunggu sesuatu yang lebih besar: kemerdekaan nasional. Dengan Sistem Ekonomi Langit, jalan menuju kedaulatan energi, pangan, tambang, pendidikan, dan tata kelola negara terbuka lebar.

Perjalanan ini tidak mudah. Tapi, seperti kata Said Didu: lebih baik merdeka melawan daripada kaya tapi menjadi budak kebohongan.

Penulis: Saeed Kamyabi
Inisiator Sistem Ekonomi Langit

  • Related Posts

    Analisis Kebijakan Bebas Visa Umrah Indonesia–Arab Saudi dalam Perspektif Visi Saudi 2030

    Pandangan Dr. Zainuddin Hasan Oleh: Saeed Kamyabi Bismillahirrahmanirrahim Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan secara konsisten menjadi penyumbang jamaah haji dan umrah terbesar…

    Analisis Ekonomi Langit untuk Perbaikan Sistem Ekonomi Indonesia Pasca Bencana Alam

    Konsep Ekonomi Langit Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Ekonomi Langit adalah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan, keberlanjutan, dan keadilan dalam sistem ekonomi. Konsep ini menekankan bahwa sumber daya alam adalah amanah dari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *