Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Sri Mulyani Indrawati akhirnya mengakhiri kiprahnya sebagai Menteri Keuangan setelah lebih dari satu dekade mewarnai kebijakan fiskal Indonesia. Sosok yang kerap dijuluki “Ratu Keuangan Indonesia” ini meninggalkan jejak panjang, penuh pujian sekaligus kontroversi. (09/09/2025)
Kebijakan Ekonomi: Antara Stabilitas dan Beban Rakyat
Selama menjabat, Sri Mulyani dikenal dengan kebijakan fiskal yang hati-hati dan kredibel. Namun, tak sedikit kebijakan yang menuai perdebatan, khususnya di kalangan masyarakat kecil.
Lonjakan Utang Negara
Pada periode pemerintahan Presiden Jokowi, utang pemerintah meningkat signifikan hingga menembus Rp4.498 triliun. Meski dimaksudkan untuk pembiayaan pembangunan, sebagian masyarakat mempertanyakan manfaat langsung dari penambahan utang tersebut.
Penghapusan Subsidi BBM
Keputusan mengurangi subsidi BBM dan menggantinya dengan bantuan langsung tunai dinilai berhasil menjaga struktur anggaran. Namun, dampaknya, harga kebutuhan pokok meningkat dan beban rakyat kecil bertambah.
Program Tax Amnesty
Kebijakan pengampunan pajak memberikan peluang bagi wajib pajak untuk memperbaiki kepatuhan, namun juga menimbulkan pro-kontra karena adanya ketidakpuasan dari pelaku usaha yang merasa diperlakukan tidak konsisten.
Pengenaan Pajak Baru
Beberapa pajak baru, seperti rencana PPN pada petani tebu, pajak rokok elektrik, hingga transaksi kripto, menunjukkan kreativitas pemerintah dalam memperluas basis pajak. Namun, kebijakan ini sempat memunculkan resistensi dari kelompok tertentu.
Defisit APBN Melebar
Pandemi COVID-19 membuat defisit APBN 2020 melebar hingga 6,14% dari PDB. Pemerintah menyebut hal ini sebagai langkah penyelamatan ekonomi, meski sebagian masyarakat merasa belum merasakan langsung manfaat stimulus yang digelontorkan.
Kiprah Internasional
Rekam jejak Sri Mulyani di panggung global tak diragukan. Lulusan Universitas Indonesia dan University of Illinois ini pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia serta Direktur Eksekutif IMF untuk Asia Tenggara. Berbagai penghargaan pun ia raih, mulai dari Menteri Keuangan Terbaik Asia hingga Menteri Terbaik Dunia versi World Government Summit 2018.
Reaksi Pasar dan Investor
Kepastian lengsernya Sri Mulyani sempat menimbulkan guncangan di pasar modal. IHSG turun 1,3% setelah pengumuman reshuffle, mencerminkan kecemasan investor atas keberlanjutan disiplin fiskal. Beberapa analis menilai, tantangan terbesar penggantinya adalah menjaga defisit tetap terkendali tanpa membebani masyarakat.
Kontribusi dan Warisan
Meski kerap menuai kritik, tidak sedikit capaian yang dicatatkan. Di era Presiden SBY, ia berkontribusi dalam peningkatan investasi asing, menjaga inflasi, dan mengawal Indonesia melewati krisis global 2008. Pada masa pandemi, paket stimulus dan program bantuan sosial turut menjaga stabilitas ekonomi.
Namun demikian, sebagian masyarakat menilai kebijakan yang ditempuh lebih berpihak pada stabilitas makroekonomi dan investor dibandingkan langsung menyentuh kebutuhan rakyat kecil.
Masa Depan Pasca Kabinet
Dengan pengalaman internasional yang luas, Sri Mulyani diperkirakan masih akan mendapat tempat di lembaga global seperti Bank Dunia atau IMF. Alternatif lain, ia bisa kembali ke dunia akademik untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada generasi muda.
Penutup
Sri Mulyani meninggalkan warisan yang kompleks: stabilitas fiskal, disiplin anggaran, dan kepercayaan investor di satu sisi, namun juga beban kebijakan yang kerap dirasakan pahit oleh rakyat kecil di sisi lain. Lengsernya Sri Mulyani menandai berakhirnya sebuah era penting dalam perjalanan ekonomi Indonesia, sekaligus membuka babak baru bagi Menteri Keuangan berikutnya.
Penulis: Saeed Kamyabi
Editor: Syah








