Oleh Saeed Kamyabi
Zonaindonesiaworld.com, Jakarta – Sejak awal September 2025, pembangunan tanggul laut di kawasan Cilincing, Tanjung Priok, menuai banyak sorotan. Namun, PT Karya Citra Nusantara (KCN) menegaskan bahwa proyek ini bukanlah penghalang, melainkan pijakan menuju masa depan yang lebih cerah bagi nelayan, Jakarta, dan Indonesia.
Sebagai pengelola Pelabuhan New Priok, KCN memikul misi strategis nasional: memperkuat ekonomi maritim dan meningkatkan kapasitas logistik Indonesia. Direktur Utama KCN, Widodo Setiadi, menegaskan bahwa pembangunan tanggul merupakan bagian dari Pier 3 Pelabuhan New Priok—proyek strategis nasional (PSN) yang ditargetkan mampu melayani hingga 20 juta TEUs per tahun pada 2026, bertepatan dengan HUT ke-500 DKI Jakarta.
Proyek yang telah mengantongi izin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2023 ini kini telah mencapai progres 70%. Pier 1 rampung, Pier 2 hampir selesai, sementara Pier 3—termasuk tanggul—dikebut penyelesaiannya. Seluruh pembangunan didanai swasta tanpa membebani APBN, sekaligus didukung konektivitas jalan tol New Priok Eastern Access (NPEA) bersama PT Pelindo.
Komitmen KCN: Nelayan Bukan Korban, tetapi Mitra
KCN mengakui bahwa kurangnya sosialisasi awal menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat nelayan. Meski demikian, KCN telah menggelar dialog pada 11–12 September 2025 dan melibatkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai mediator. KCN menegaskan posisi mereka: bukan lawan, melainkan mitra nelayan dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Solusi Konkret untuk Nelayan
Untuk menjawab kekhawatiran nelayan Cilincing, KCN menyiapkan langkah nyata:
1. Jalur Alternatif: Pembangunan kanal khusus kapal nelayan ditargetkan selesai awal 2026.
2. Kompensasi Sementara: Dana Rp 5 miliar akan mulai disalurkan Oktober 2025, dengan skema Rp 200.000–300.000 per hari per nelayan selama masa transisi.
3. Pelatihan & Modal Usaha: Program pelatihan budidaya ikan bersama Dinas Perikanan DKI, ditambah akses KUR hingga Rp 50 juta.
4. Restorasi Ekosistem: Penanaman terumbu karang buatan dengan anggaran Rp 10 miliar hingga 2027.
5. CSR Berkelanjutan: Beasiswa anak nelayan, klinik kesehatan gratis, dan dermaga kecil bagi aktivitas nelayan.
Manfaat Jangka Panjang
Meski menuntut kesabaran, kehadiran Pelabuhan New Priok membawa peluang besar:
Bagi Nelayan: terbukanya akses pasar baru, lapangan kerja hingga 10.000 orang, peluang UMKM, serta zona tangkap yang lebih produktif dengan terumbu karang buatan.
Bagi Jakarta & Indonesia: peningkatan kapasitas logistik nasional, penghematan biaya hingga 15%, investasi asing senilai Rp 50 triliun, serta terciptanya 50.000 lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor.
Dukungan Nelayan dan HMNI
Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI), Brata Tridharma, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek ini selama benar-benar mensejahterakan nelayan. HMNI siap menjadi jembatan komunikasi, memastikan jalur alternatif, kompensasi, serta program pelatihan benar-benar dirasakan langsung oleh para nelayan.
Pesan KCN: Bersama Membangun Masa Depan
KCN menegaskan komitmennya: bertanggung jawab penuh atas dampak sementara, dan memastikan manfaat jangka panjang dapat dirasakan semua pihak. “Kami ingin nelayan menjadi bagian dari masa depan ini, bukan korban pembangunan,” tegas Widodo Setiadi.
Dengan kerja sama antara pemerintah, nelayan, HMNI, dan KCN, tanggul laut Tanjung Priok bukan hanya proyek fisik, tetapi simbol kemajuan bersama. Laut tetap milik rakyat—dan manfaatnya akan kembali kepada masyarakat.
Penulis: Saeed Kamyabi
Editor: Syah








