Zonaindonesiaworld.com-Rasulullah SAW menjadikan shalat sebagai sumber ketenangan dan penyejuk hati, bukan sekadar kewajiban. Beliau selalu menantikannya dan bersabda: Jadikanlah shalat sebagai penghiburku,serta memanggil sahabatnya dengan berkata: Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat.
(قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ)
Bagi Rasulullah SAW, shalat adalah momen terindah untuk bermunajat dan berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Beliau menunjukkannya melalui beberapa keutamaan berikut:
Beliau menemukan kenyamanan mutlak saat menghadap Sang Pencipta setelah penat menghadapi urusan dakwah dan umat.
Dalam hadist riwayat Abu Dawud, Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ، صَلَّى
Artinya: dulu jika ada perkara yang menyusahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mendirikan sholat.
Berdasarkan hadits riwayat An-Nasa’i dan Ahmad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Arab: حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
Artinya: dijadikan kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan lah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat.
Saat memasuki waktu shalat, beliau sangat antusias dan menjadikannya sebagai sarana melepas penat.
Beliau sangat menjaga fokus hingga pernah mengganti sandalnya saat shalat hanya karena coraknya sempat mengganggu konsentrasi.
