Retret Merah Putih: Model Pembentukan Karakter yang Tepat bagi Calon Manajer Koperasi

ZonaIndonesiaWorld.com-Bengkulu- Opini refleks oleh: Saeed Kamyabi-29 Juni 2026.

Belakangan ini, masyarakat dikejutkan oleh kabar adanya pelatihan bagi calon manajer koperasi yang berujung pada jatuhnya korban. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap program pengembangan sumber daya manusia harus mengutamakan keselamatan peserta, sekaligus benar-benar mampu membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan.

Pembentukan karakter sejatinya tidak harus dilakukan melalui aktivitas yang berisiko tinggi. Justru karakter yang kuat lahir dari pembinaan mental, spiritual, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama.

Di Provinsi Bengkulu, terdapat sebuah model pembinaan karakter yang telah diterapkan, yaitu Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit, sebuah program yang digagas oleh bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Bagi peserta Muslim, retret dilaksanakan selama 72 jam di masjid. Sementara bagi peserta non-Muslim, kegiatan dilaksanakan di rumah ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Pendekatan ini mengedepankan pembinaan spiritual sekaligus tetap menghormati keberagaman masyarakat Indonesia.

Selama tiga hari, peserta menjalani berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter, antara lain:

Shalat berjamaah bagi peserta Muslim dan ibadah sesuai agama masing-masing bagi peserta non-Muslim.

Tadabbur Al-Qur’an atau pendalaman kitab suci sesuai agama peserta.

Kajian akhlak, etika, integritas, dan kepemimpinan.

Muhasabah atau refleksi diri.

Pelatihan disiplin waktu melalui jadwal kegiatan yang teratur.

Gotong royong menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah.

Diskusi kelompok dan pemecahan masalah.

Latihan komunikasi, pelayanan, dan kerja sama tim.

Penguatan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan nilai-nilai Pancasila.

Pembiasaan hidup sederhana, jujur, amanah, serta peduli terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kebutuhan seorang calon manajer koperasi. Koperasi bukan hanya membutuhkan kemampuan administrasi dan bisnis, tetapi juga pemimpin yang amanah, jujur, disiplin, mampu melayani anggota, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Karena itu, model pembinaan seperti Retret Merah Putih layak dipertimbangkan sebagai alternatif dalam pelatihan calon manajer koperasi. Selain berorientasi pada pembentukan karakter, pendekatan ini tidak mengandalkan aktivitas fisik berisiko tinggi, melainkan menekankan pembinaan mental, spiritual, moral, dan kepemimpinan yang berkelanjutan.

Dengan karakter yang baik, diharapkan para calon manajer koperasi mampu mengelola organisasi secara profesional, menjaga kepercayaan anggota, serta mendorong kemajuan koperasi demi kesejahteraan masyarakat.

Semoga setiap ikhtiar pembinaan karakter dilakukan dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, keselamatan, dan kebermanfaatan. Insya Allah, dengan pembinaan yang baik, lahir pemimpin-pemimpin koperasi yang amanah, profesional, dan berintegritas sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan cara yang bertanggung jawab dan meminimalkan risiko bagi para peserta. @sangsaka.

  • Related Posts

    HJ FAISAL : DIMANA KENDALI OTORITAS KEBENARAN MANUSIA SAAT INI?

    ZonaIndonesiaWorld. Com-Semudah Itukah Bertanya Kepada Kecerdasan Buatan Manusia? Suatu saat saya memberikan sebuah pendapat pribadi yang sangat ringkas dan sederhana, tentang suatu hal, dalam sebuah grup whatsapp (WA). Pendapat saya…

    DR HM Suaidi,M.Ag : Kecintaan Nabi Musa kepada Keindahan dan Keagungan Allah SWT

    ZonaIndonesiaWorld.com-Kecintaan Nabi Musa kepada keindahan dan keagungan Allah SWT dibuktikan melalui gelar utamanya sebagai Kalimullah (orang yang dapat berbicara langsung dengan Allah). Kerinduannya memuncak di Bukit Sinai, di mana ia…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *