Ditjen KPM Kemkomdigi bersama Komisi I DPR RI Gelar Webinar “MAKAN BERGIZI GRATIS”

ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta-DITJEN KOMUNIKASI PUBLIK DAN MEDIA (KPM) KEMKOMDIGI bersama Bapak H. Oleh Soleh, SH (Anggota Komisi I DPR RI) mengadakan webinar Forum Diskusi Publik dengan tema: “

MAKAN BERGIZI GRATIS” Pada hari RABU, 1 JULI 2026,Bertempat di Intel Studio Ps.Minggu, Komplex TNI AL, Jln. Teluk Peleng no. 32 B, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Narasumber 1 H. Oleh Soleh, SH (Anggota Komisi I DPR RI)
Kegiatan dialog dibuka oleh H. Oleh Soleh, S.H., Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat XI, dengan mengangkat tema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi sumber daya manusia dan ketahanan bangsa. Dalam pembukaannya, narasumber menyampaikan bahwa meskipun Komisi I DPR RI secara kelembagaan membidangi urusan pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen, isu ketahanan bangsa pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Beliau menegaskan bahwa pertahanan negara yang kuat harus ditopang oleh generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sehingga Program MBG dipandang sebagai bagian dari strategi besar memperkuat fondasi pertahanan bangsa dari sisi pembangunan manusia, bukan semata-mata persoalan kesehatan atau pendidikan. Narasumber menjelaskan bahwa ketahanan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan alat pertahanan dan keamanan, tetapi juga dari ketahanan pangan dan gizi masyarakatnya. Generasi yang mengalami kekurangan gizi sejak usia dini berisiko tumbuh dengan keterbatasan fisik dan kognitif, yang pada akhirnya dapat melemahkan daya saing dan daya tahan bangsa dalam jangka panjang. Oleh karena itu, menurutnya, investasi pada gizi anak melalui Program MBG harus dipandang setara dengan investasi pada bidang pertahanan lainnya, karena keduanya sama-sama bertujuan menjaga kedaulatan dan keberlangsungan bangsa Indonesia di masa depan. Sebagai wakil rakyat, narasumber menyampaikan bahwa DPR RI memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG di lapangan, termasuk memastikan anggaran negara yang dialokasikan digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Beliau mendorong agar pelaksanaan program tidak hanya berhenti pada penyaluran makanan, tetapi juga diiringi dengan pengawasan kualitas gizi, keamanan pangan, serta pemerataan distribusi hingga ke pelosok daerah, termasuk wilayah-wilayah di Dapil Jawa Barat XI yang menjadi basis dukungan konstituennya. Narasumber juga menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program ini dalam forum-forum kerja DPR RI. Sebagai penutup, H. Oleh Soleh, S.H. menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis adalah bagian tak terpisahkan dari upaya besar membangun ketahanan bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Jawa Barat, untuk menjadikan program ini sebagai gerakan bersama lintas sektor, bukan semata tanggung jawab pemerintah. Dengan sinergi antara legislatif, pemerintah, tokoh agama, generasi muda, dan petani lokal, narasumber optimistis bahwa generasi mendatang akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan mampu menjaga kedaulatan bangsa. Kegiatan dialog ditutup dengan ajakan untuk terus mengawal dan mendukung pelaksanaan Program MBG secara bersama-sama.

Narasumber 2
Dr. Gunalan, A.P, M.Si (Pit. Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN) Kegiatan pemaparan dibuka oleh Dr. Gunalan, AP., M.Si, selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, dengan mengangkat tema Makan Gizi Gratis sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, menggerakkan ekonomi rakyat, dan memperkuat ketahanan bangsa. Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki tujuan multisektor, yaitu meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi kelompok sasaran secara umum, serta tujuan khusus yang menyentuh empat bidang sekaligus, yakni bidang gizi melalui peningkatan akses makanan bergizi, pengetahuan gizi, dan pola makan sehat; bidang pendidikan melalui peningkatan prestasi, partisipasi, dan kehadiran siswa serta pengurangan angka putus sekolah; bidang ekonomi melalui pemanfaatan bahan pangan lokal serta peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM; dan bidang kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja serta pengurangan beban penduduk miskin dalam memperoleh pangan. Narasumber juga memaparkan sejumlah data yang melatarbelakangi pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data BPS tahun 2024, harapan lama sekolah di Indonesia baru mencapai 13,21 tahun dengan rata-rata lama sekolah 8,85 tahun, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan pendidikan nasional. Selain itu, indeks pengetahuan nasional tercatat sebesar 66,66, yang mengindikasikan kualitas sumber daya manusia perlu terus diperkuat untuk menghadapi persaingan global. Indonesia juga tengah berada pada periode bonus demografi dengan sekitar 70 persen penduduk berusia produktif pada rentang 2030–2045, yang menjadi momentum emas dan harus ditopang oleh sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Kondisi ini diperberat dengan data Riskesdas 2018 yang menunjukkan bahwa 95,5 persen penduduk belum mengonsumsi sayur dan buah sesuai anjuran, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi kualitas konsumsi dan kesehatan masyarakat. Ditegaskan bahwa program MBG hadir bukan hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga untuk menyiapkan generasi unggul, menggerakkan ekonomi rakyat, dan memperkuat kedaulatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Sebagai bukti nyata di lapangan, narasumber turut menyampaikan testimoni dari satuan pendidikan di Provinsi Papua terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pihak sekolah merasa sangat terbantu, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya tidak sempat sarapan dari rumah, sementara anak-anak sendiri merasa senang karena mendapatkan makanan gratis dengan menu yang berbeda-beda setiap harinya. Dampak positif lain yang teramati antara lain meningkatnya tingkat kehadiran siswa, berkurangnya beban orang tua karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal makanan, program MBG yang menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk kembali bersekolah, serta perbaikan tingkat konsentrasi belajar, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan karakter siswa secara umum. Terkait perkembangan kelembagaan, narasumber memaparkan bahwa transformasi Badan Gizi Nasional berjalan dalam tiga tahap, yaitu tahap fondasi pada Januari–Maret 2025 yang berfokus pada organisasi, regulasi, pedoman, dan standar; tahap percepatan pada April–Desember 2025 yang mencakup penguatan operasional, SPPG, kemitraan, dan edukasi; serta tahap transformasi pada Januari–Juni 2026 yang menekankan tata kelola, quality control, food safety, audit, dan pemerataan SPPG. Hingga saat ini, program telah menjangkau 27.820 SPPG dengan 62,48 juta penerima manfaat dan menyerap sekitar 1,19 juta tenaga kerja. Ke depan, arah kebijakan BGN diarahkan pada penguatan tata kelola melalui empat langkah strategis, yaitu memastikan program tepat sasaran dengan refocusing penerima manfaat dan prioritas wilayah 3T serta daerah dengan kerawanan gizi tinggi; menjaga kualitas melalui moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan standar dapur operasional, dan audit menyeluruh; memastikan akuntabilitas dan efisiensi melalui penguatan tata kelola keuangan dan penyaluran lima hari per minggu; serta menjamin keberlanjutan melalui pengembangan kerja sama dan pendanaan alternatif di luar APBN, sehingga program dapat bertransformasi dari orientasi perluasan jumlah menuju tata kelola yang lebih berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Sebagai penutup, narasumber menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis membawa tiga dampak strategis sekaligus, yaitu terwujudnya sumber daya manusia yang unggul melalui generasi yang sehat, cerdas, dan produktif; tumbuhnya ekonomi rakyat melalui pemberdayaan petani, nelayan, peternak, UMKM, dan koperasi; serta penguatan kedaulatan nasional melalui peningkatan ketahanan pangan dan daya saing bangsa. Program ini digambarkan sebagai perjalanan dari piring makan menuju kedaulatan bangsa, yakni instrumen pembangunan sumber daya manusia sekaligus stimulus ekonomi rakyat dan penguatan kedaulatan nasional secara bersamaan. Kegiatan pemaparan ditutup dengan harapan agar seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, mitra kerja sama, maupun masyarakat, dapat terus bersinergi menyukseskan Program MBG demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. Narasumber 3
Nanang Jahidin, S.Sos.I, M.Si (Tokoh Masyarakat) Kegiatan dialog dibuka dengan pemaparan mengenai tiga skenario masa depan Indonesia pada tahun 2045. Narasumber menjelaskan bahwa jika berbagai persoalan seperti sikap saling menyalahkan, sikap apatis, korupsi, mafia hukum, monopoli bisnis, kemiskinan, gizi buruk, tawuran, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, kriminalitas, dan pornografi-aksi terus dibiarkan, maka bangsa ini berisiko menuju kebangkrutan bahkan kebubaran, sehingga generasi mendatang hanya dapat mengenang Indonesia sebagai cerita masa lalu. Sebaliknya, apabila persoalan tersebut ditangani secara serius dan bersama-sama, Indonesia berpeluang bangkit dan berjaya menjadi bangsa yang maju, adil, makmur, sejahtera, unggul, dan berdaulat, bahkan mampu memimpin peradaban baru tidak hanya di Asia tetapi juga di dunia. Dari uraian tersebut ditegaskan sebuah pesan utama, bahwa pembangunan bangsa tidak dimulai dari gedung-gedung yang tinggi, melainkan dimulai dari anak-anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan berakhlak. Narasumber memaparkan alur keterkaitan antara gizi dan kemajuan bangsa, yaitu gizi yang baik akan menghasilkan kesehatan yang baik, kesehatan yang baik akan mendorong prestasi, prestasi yang baik akan meningkatkan produktivitas, dan produktivitas yang tinggi pada akhirnya akan membawa kemajuan bagi bangsa. Rangkaian ini menegaskan bahwa persoalan gizi bukan sekadar urusan makan sehari-hari, melainkan fondasi penting bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijelaskan sebagai program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi bagi peserta didik secara rutin. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak, meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah, mengurangi beban ekonomi keluarga, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh. Program ini juga dikaitkan langsung dengan arahan pemerintah sebagai bagian dari upaya besar mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Dalam pemaparannya, narasumber menguraikan dampak program MBG dari dua sisi. Bagi anak, program ini diyakini akan membuat anak-anak menjadi lebih sehat, lebih fokus dalam belajar, lebih aktif, jarang sakit, dan lebih percaya diri. Sementara bagi orang tua, program ini dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, mengurangi kekhawatiran terhadap asupan makan anak, meningkatkan pola makan keluarga, serta menumbuhkan edukasi gizi di lingkungan rumah tangga. Selain manfaat kesehatan, program MBG juga dipaparkan memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi. Narasumber menjelaskan bahwa program ini menimbulkan efek berganda berupa peningkatan pendapatan masyarakat, bertambahnya lapangan kerja, dan bergeraknya perekonomian di tingkat daerah. Ditegaskan bahwa keberhasilan program MBG bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan juga memerlukan peran aktif tokoh masyarakat sebagai agen perubahan, pemberi teladan, penggerak gotong royong, penyambung informasi, dan pengawas sosial di tengah masyarakat. Secara lebih rinci, peran tokoh masyarakat mencakup fungsi sebagai edukator yang memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi, penggerak partisipasi warga dalam mendukung program, pengawas sosial agar pelaksanaan berjalan sesuai tujuan, jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, serta teladan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masing-masing. Kegiatan dialog ditutup dengan penegasan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk investasi bersama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga orang tua, diharapkan dapat bersinergi menyukseskan program ini demi masa depan bangsa yang lebih baik.

  • Related Posts

    PP Santri Pasundan Audiensi dengan KSP: Tawarkan Strategi Komunikasi Program Prioritas

    ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta-Pimpinan Pusat (PP) Santri Pasundan menggelar audiensi strategis dengan Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu, 1 Juli 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini menandai kolaborasi erat antara organisasi santri…

    Ratusan Ibu Hamil Ikuti Program CSR Bupati Brebes di RS Bhakti Asih

    Zonaindonesiaworld.com, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bupati…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *