ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta- Surat Al-Hasyr ayat 9 memuat sifat kemurahan hati orang beriman untuk berbagi meski mereka sendiri juga sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan.
قال الله عزّ وجلّ وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
Mereka mengutamakan orang lain meski diri mereka kesulitan juga, (Surat Al-Hasyr ayat 9).
Al-Qusyairi mengatakan, orang yang murah hati adalah orang yang ringan untuk berbagi. Orang yang murah hati dapat berbagi kelebihan harta atau pertolongan pertama saat kecelakaan di jalan. Orang yang pemurah juga berarti orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain dan ringan dalam menerima kekurangan orang lain (sakhawatun nafs).
وحقية الجود أن لا يصعب عليه البذل
Hakikat dermawan adalah orang yang tidak sulit memberikan sesuatu.
Para ulama membagi kedermawanan menjadi beberapa tingkatan:
Sakho(سخاء): Memberikan sebagian harta dan menyisakan lebih banyak untuk diri sendiri.
Jud (الجود): Memberikan sebagian besar harta dan hanya menyisakan sedikit.
Itsar (الإيثار): Puncak kedermawanan, yakni mendahulukan orang lain dan memberikan seluruh harta yang dimiliki tanpa menyisakan sedikit pun untuk diri sendiri.
Dalam perjalanan spiritual (tasawuf), melatih sifat sakho adalah bagian dari Riyadhah (latihan spiritual) untuk mengikis penyakit hati seperti hubbud dunya (cinta dunia) dan bakhil (kikir), serta menumbuhkan rasa syukur dan tawakal kepada Allah SWT. Sifat ini juga sering dikaitkan dengan Khidmat (pelayanan) kepada sesama.
