DR HM Suaidi,MAg : Kenapa Orang Beriman Masuk Neraka Dulu

ZonaIndonesiaWorld.com- Jakarta-Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyatakan bahwa orang yang menjelang ajalnya mengucapkan kalimat tauhid atau la ilaha Illallah maka masuk surga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam Sunan-nya.

عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga.

Lebih tegas lagi, Syekh Ibnu Ruslan dalam syarahnya atas Sunan Abi Daud menjelaskan hadits ini:

وَالْمَقْصُوْدُ الْقَلْبُ لَا اللِّسَانُ، فَلَوْ قَالَ: لَا إِلهَ. وَمَاتَ وَمُعْتَقَدُهُ وَضَمِيْرُهُ الْوَحْدَانِيَّةُ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ بِاتِّفَاقِ أَهْلِ السُّنَّةِ

Maksudnya adalah ucapan [lafaz tauhid] di hati dan lisan. Andai ia mengucapkan lafaz tauhid hanya لَا إِلهَ (tidak ada tuhan…) kemudian keburu wafat dan belum sempat mengucapkan kalimat setelahnya إِلَّا الله, keyakinan dan batinnya kembali kepada keesaan Allah, maka ia termasuk ahli surga sebagaimana yang disepakati oleh Ahlussunnah wal jama’ah. (Syekh Sihabuddin al-Ramli, Syarah Sunan Abi Daud.

Menurut akidah Ahlussunnah wal Jamaah, muslim yang meninggal dunia dengan membawa dosa besar dan belum sempat bertaubat status keimanannya tidak gugur. Mereka berada di bawah kehendak Allah SWT: bisa saja langsung diampuni, atau disiksa di neraka terlebih dahulu sebagai penebus dosa namun tidak kekal di dalamnya.

Hal ini seringkali menjadi perbincangan di masyarakat tentang apakah seorang muslim akan masuk neraka dahulu baru kemudian ke surga. Seakan ketika seorang masuk neraka menjadikan itu sebagai pembersihan diri dari dosa,

Hadits-hadits Nabi saw menerangkan bahwa setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya akan masuk surga, sekalipun di antara mereka ada yang masuk surga secara bertahap. Maksudnya ialah ia masuk neraka lebih dahulu sebagai imbalan dari dosa-dosa yang pernah dilakukannya selama hidup di dunia, kemudian setelah habis masa siksaannya itu ia dimasukkan Allah kedalam surga, berdasarkan hadis berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِي اللهُ عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوِ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ. [رواه البخاري: 21 ومسلم: 270]

Artinya: Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, dari Nabi saw, ia bersabda: Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala memerintahkan: Keluarkan dari neraka orang-orang yang dalam hatinya ada iman seberat biji sawi. Maka dikeluarkanlah mereka dari neraka yang warna (badannya) benar-benar hitam, lalu dimasukkan kedalam sungai hidup atau sungai kehidupan, lalu tumbuhlah mereka seperti biji yang tumbuh setelah air bah, adakah engkau tidak melihatnya, sesungguhnya ia keluar bewarna kuning yang melilit.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

Neraka adalah tempat yang paling buruk Siapa pun pasti enggan menginjakkan kakinya di neraka, karena siksaannya yang pedih, dan api yang menjulur sangat panas. Salah satu neraka yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an adalah neraka Saqar, yang tercantum dalam surat al-Mudatsir ayat 26-30. Allah berfirman:

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ )٢٦( وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ )٢٧( لا تُبْقِي وَلا تَذَرُ )٢٨( لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ )٢٩( عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ )٣٠

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. (27) Tahukah kamu apa Saqar itu?. (28) Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (29) (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (30) Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

Api neraka Saqar memang sangatlah panas, karenanya dapat membakar kulit manusia tanpa sisa. Menurut al-Suyuthi, tidak akan ada sisa sedikitpun dari otot dan daging yang telah terbakar di neraka Saqar. Dalam tafsirnya, al-Zamakhsyari mengatakan proses pembakaran di neraka Saqar akan terus berulang dan regenerasi.

kenapa seorang tersebut dimasukkan ke dalam neraka, di antaranya:

Pertama, tidak mengerjakan sholat. Alasan pertama ini menandakan bahwa, sholat merupakan implementasi dari akidah yang sangat penting. Karenanya, seseorang yang meninggalkan sholat telah menjadi kufur, dan layak dimasukkan ke dalam neraka.

Kedua, tidak pernah bershodaqoh terhadap orang miskin. Tidak peduli akan sesama yang lebih menderita pun dapat menjerumuskan kita ke dalam Saqar. Ali Ashobuni dalam menafsirkan kedua ayat tersebut menyebutkan: mȃ ‘abadanȃ rabbanȃ, wa lȃ ahsanȃ illa khalqihi min jinsinȃ (tidak beribadah kepada Tuhan kami, dan tidak berbuat baik kepada makhluknya dari jenis kami (manusia).

Ketiga, tenggelam dalam pembicaraan bersama orang yang membicarakannya. Ali Ashobuni menegaskan pembicaraan tersebut adalah pembicaraan yang bersifat batil dan kesesatan. Jika mengacu pada hal yang batil, maka ghibah pun termasuk ke dalamnya. Namun, Sayyid Quthb lebih menafsirkan ke arah orang yang mempermainkan akidah, dan menjadikannya senda gurau akan dimasukkan ke dalam neraka Saqar.

Keempat, orang yang mendustakan hari pembalasan. Inilah yang menjadi pangkal dari semua hal yang menyebabkan seseorang masuk ke neraa Saqar. Dengan mendustakan hari kiamat, maka runtuh lah semua akidahnya, menjadikan amalannya tidak berarti. Menurut Ali Ashobuni, orang yang mendustakan hari kiamat, maka akan mendapatkan akhir yang begitu pedih siksaannya.

Alasan-alasan tersebut membuat aspek ibadah terhadap Allah dan baik dalam bersosial haruslah seimbang. Dengan menjauhi keempat hal yang dapat memasukkan kita ke dalam neraka Saqar. Semoga kita selamanya dilindungi dari api neraka, dan dijauhkan dari dahsyatnya siksaan neraka Saqar.
والله اعلم.

  • Related Posts

    Ust Solihin MK : Ziarah Akbar MS3G 2026: Jalin Silaturahmi dan Teladani Jejak Para Wali

    ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta – Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan Antara Ulama, Umara, dan Masyarakat Se-Kecamatan Jatinegara (MS3G) menggelar persiapan matang untuk pelaksanaan Ziarah Akbar tahun 2026. Sekretaris Umum MS3G, Ustaz Solihin MK,…

    JALAWASTU KAMPUNG BUDAYA SUNDA MENJAGA HARMONI DI KAKI GUNUNG KUMBANG, BREBES

    ZonaIndonesiaWorld.com-Oleh : Mulyadi Soma M Menelusuri Sejarah, Spiritualitas, dan Eksistensi Kampung Budaya Jalawastu, Kilas Perjalanan Spiritual Pangeran Cakrabuana Secara administratif, Kampung Adat Jalawastu terletak di wilayah administrasi Desa Ciseureuh, Kecamatan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *