ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta- Jaringan Muda Indonesia (JMI) melalui Ketua Umum nya Fikri secara tegas menuntut agar evaluasi terhadap Program Sekolah Penggerak dan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dilakukan secara objektif, terukur, dan berpihak pada penerima manfaat. Organisasi pemuda ini menegaskan bahwa proses evaluasi tidak boleh jatuh menjadi sekadar formalitas atau “sandiwara” belaka, Jumat (26/6).
Dalam pernyataannya, JMI menekankan bahwa masa depan gizi anak bangsa adalah hal yang terlalu krusial untuk dijadikan ladang eksperimen atau kepentingan segelintir pihak. “Evaluasi SPPG oleh BGN harus jujur, bukan sandiwara,” tegas JMI dalam rilis kampanyenya.
Tiga Tuntutan Utama untuk Integritas Evaluasi
JMI merumuskan tiga poin tuntutan utama agar evaluasi program gizi nasional ini berjalan akuntabel dan berdampak nyata:
1. Indikator yang Substantif: JMI mendesak penggunaan indikator dasar yang benar-benar mampu mengukur kualitas dan dampak program di lapangan, bukan hanya pencapaian administratif di atas kertas.
2. Transparansi Data Total: Seluruh data terkait pelaksanaan program wajib dibuka seluas-luasnya bagi publik. JMI menganggap transparansi sebagai “harga mati” dalam penyelenggaraan kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Stop Politisasi Evaluasi: JMI meminta agar tidak ada lagi permainan atau manipulasi atas nama evaluasi. Temuan di lapangan harus menjadi acuan utama, bukan kepentingan politik atau birokrasi semata.

Kawal Kebijakan untuk Indonesia Maju
Sikap kritis JMI ini sejalan dengan semangat pengawasan partisipatif dalam pembangunan nasional. Dengan mengusung tagline “Kawal Kebijakan untuk Indonesia Maji”, JMI mengingatkan bahwa program strategis seperti SPPG memerlukan akuntabilitas tinggi.

“Gizi anak bangsa bukan untuk eksperimen, apalagi untuk kepentingan segelintir pihak,” pungkas JMI. Melalui kampanye bertajuk #EvaluasiJujur, #Transparansi, dan #UntukRakyat, Jaringan Muda Indonesia berkomitmen terus mengawasi jalannya program BGN demi memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar bermuara pada perbaikan gizi dan kesehatan generasi penerus bangsa.
