Sekolah Terbuka Solusi Percepatan Pengentasan Anak Tidak Sekolah Jadi Fokus Webinar Nasional

Zonaindonesiaworld.com-Jakarta– Upaya memperluas akses pendidikan dan menyelesaikan tantangan anak tidak sekolah di Indonesia kembali menjadi sorotan utama. Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta PT Pembangunan Jaya Ancol, menggelar Webinar Nasional bertajuk “Sekolah Terbuka: Solusi Percepatan Pengentasan Anak Tidak Sekolah”. Acara ini digelar secara daring pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 09.00–11.30 WIB, dan dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat luas.

Mengusung misi menjadikan pendidikan sebagai hak yang dapat diakses semua kalangan, kegiatan ini menghadirkan para pemangku kepentingan, pakar pendidikan, hingga perwakilan legislatif untuk berbagi wawasan dan strategi. Sebagai pembicara utama, hadir Dr. Kurniasih Mufidayati, S.Pd., M.Si. (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), yang akan mengupas peran legislasi dalam mendorong transformasi pendidikan inklusif melalui penguatan kebijakan pembelajaran jarak jauh.

Turut hadir sebagai narasumber, Budi Priantoro, S.T., M.T. (Ketua Tim Kerja Pendidikan Layanan Khusus – Direktorat PPKPLK, Kemendikdasmen), yang memaparkan arah kebijakan nasional dalam transformasi pembelajaran jarak jauh. Sementara itu, aspek kolaborasi dengan sektor usaha dibahas oleh Martua Hami Siregar, VP Corporate Affairs Division PT Pembangunan Jaya Ancol, yang menyoroti pentingnya kemitraan strategis dunia usaha dan swasta untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan.

Pembahasan teknis dan implementasi kebijakan disampaikan oleh Ketua Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia, Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Terbuka adalah jawaban nyata atas kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Sekolah Terbuka bukan sekadar alternatif pendidikan, melainkan solusi strategis yang fleksibel dan adaptif. Sistem ini memungkinkan anak-anak yang terputus sekolah, tinggal di daerah terpencil, atau memiliki keterbatasan waktu, tetap bisa menuntut ilmu dan menyelesaikan pendidikan dasarnya. Ini adalah bentuk kehadiran negara dan masyarakat agar tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal,” ujar Dr. Misbah.

Ia menambahkan, penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kami terus berupaya menyempurnakan metode, materi, dan dukungan pendidik agar Sekolah Terbuka tidak hanya sekadar ada, tetapi juga menghasilkan lulusan yang cakap dan berdaya saing,” tambahnya.

Sesi diskusi yang mendalam di pandu oleh Suryamin, S.Pd., Koordinator SMP/SMA Terbuka Depok, sebagai moderator.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan kesenjangan pendidikan, di mana Sekolah Terbuka diposisikan sebagai alternatif yang efektif dan menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau. Melalui platform daring yang dapat diakses di tautan https://bit.ly/m/WEBINAR_PJJ, acara ini terbuka bagi pendidik, pengambil kebijakan, praktisi pendidikan, hingga masyarakat umum yang peduli akan masa depan pendidikan bangsa.

Dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga masyarakat sipil, membuktikan bahwa pengentasan anak tidak sekolah adalah tanggung jawab bersama. Webinar ini diharapkan melahirkan gagasan-gagasan segar dan langkah konkret agar pendidikan berkualitas benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh anak Indonesia.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia di https://sekolahrakyat.or.id atau menghubungi nomor layanan 0857 1677 1677.

  • Related Posts

    Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit di Kabupaten Kaur Berlangsung Meriah

    Zonaindonesiaworld.com, KAUR – Kegiatan Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit yang digagas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan terus berlanjut dan mendapat sambutan luar biasa dari para pelajar di Kabupaten Kaur. Jumat…

    Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit Mulai Digelar di Bengkulu Selatan

    Zonaindonesiaworld.com, Bengkulu – Program Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit bagi pelajar terus berlanjut di Provinsi Bengkulu. Program yang diprakarsai oleh Gubernur Helmi Hasan tersebut mulai dilaksanakan di berbagai daerah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *