ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta – Paham yang menganggap sholat lima waktu tidak perlu dilakukan lagi karena sudah menggantinya dengan sholat daim (selalu ingat Allah dalam setiap hembusan napas) adalah sebuah penyimpangan atau ajaran sesat dalam Islam. Praktik ini menyalahi syariat Islam yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
1. Konsep Sholat Daim yang Benar
Dalam ilmu Tasawuf, sholat daim berarti hati yang terus-menerus terhubung dan mengingat Allah (dzikrullah) dalam segala aktivitas, baik saat berdiri, duduk, maupun tidur.
Landasan: Hal ini merujuk pada Surah Al-Ma’arij ayat 23, yaitu orang-orang yang tetap konsisten (daimun) dalam sholatnya.
Hakikatnya: Sholat daim adalah buah atau penyempurna dari sholat lima waktu. Puncaknya adalah kesadaran batin bahwa manusia selalu diawasi oleh Allah SWT.
2. Bahaya Paham yang Mengabaikan Sholat Fardhu
Jika sholat lima waktu ditinggalkan (diabaikan) hanya karena alasan sudah melakukan sholat daim, maka itu adalah pemahaman yang salah kaprah.
Syariat Islam: Ibadah sholat fardhu adalah perintah mutlak (Rukun Islam) yang langsung diwajibkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj.
Batas Iman dan Kufur: Dalam ajaran Islam, tidak ada satu pun kondisi yang membolehkan seseorang menggugurkan kewajiban sholat lima waktu selama akalnya masih sehat. Meninggalkannya dengan sengaja merupakan dosa besar.
Kesimpulan
Allah swt berfirman:
إِنَّ ٱلصَّلَـٰوةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَـٰبًا مَّوْقُوتًا
Sesungguhnya shalat itu adalah suatu kewajiban dalam waktu-waktu tertentu bagi orang-orang mukmin (QS An-nisa: 103)
Sholat lima waktu adalah kewajiban syariat yang harus dikerjakan dengan gerakan fisik dan syarat tertentu. Sedangkan sholat daim adalah kesadaran batin/tauhid. Paham yang membuang syariat dan hanya mengandalkan batiniah/makna hakikat sering kali dikaitkan dengan aliran kebatinan atau pemahaman tasawuf yang menyimpang

