DR HM Suaidi,M.Ag : Ruh dan Jiwa Menurut Al Qur’an

ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta-Dalam Al-Qur’an, ruh dan jiwa (nafs) adalah dua
entitas yang berbeda namun saling berkaitan erat dalam membentuk kehidupan manusia. Perbedaan utamanya terletak pada hakikat, fungsi, dan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Berikut adalah perbedaan spesifik antara keduanya menurut perspektif Al-Qur’an:

1. Hakikat dan Sumbernya
Ruh: Berasal langsung dari urusan atau ciptaan Allah SWT yang bersifat gaib. Manusia memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentangnya.
Allah berfirman :

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا .

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit.

Jiwa (Nafs): Merupakan esensi diri, kepribadian, atau kesadaran manusia yang menjadi pendorong lahirnya perilaku, emosi, dan akal budi.
Terdapat dalam (QS. Asy-Syams ayat :7-8.

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰهَاۖ

dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,”

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰهَاۖ

lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.

2. Fungsi Utama
Ruh: Berfungsi sebagai “pemberi nyawa” atau sumber energi kehidupan bagi jasmani manusia. Tanpa ruh, jasad hanyalah benda mati.
Jiwa (Nafs): Berfungsi sebagai pusat kesadaran, tempat bersemayamnya akal, nafsu, kehendak, dan emosi manusia.

3. Dinamika dan Kecenderungan
Ruh: Selalu berada dalam kondisi fitrah dan cenderung pada kebenaran serta kesucian. Ia tidak pernah menua atau rusak, melainkan kembali kepada Allah saat ajal menjemput.

Jiwa (Nafs): Memiliki sifat yang dinamis dan sangat dipengaruhi oleh dorongan duniawi. Al-Qur’an membagi dinamika jiwa menjadi tiga tingkatan utama:
Nafs al-Ammarah: Jiwa yang selalu condong atau diperintah oleh keburukan dan hawa nafsu (QS. Yusuf [12]: 53).

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ .

Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Nafs al-Lawwamah: Jiwa yang memiliki kesadaran dan sering menyesali perbuatan dosanya (jiwa yang mencela diri sendiri. Terdapat pada Surat Al-Qiyamah ayat 2 berbu :
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

Dan Aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).

al-Muthmainnah: Jiwa yang tenang, yang telah mendapat kedamaian dan rida dari Allah terdapat pada QS. Al-Fajr : 27-28).

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

Wahai jiwa yang tenang!

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِیَةً مَّرْضِیَّةً ۚ

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridhai!
4.Pertanggungjawaban di Akhirat
Ruh: Tidak dimintai pertanggungjawaban secara spesifik atas amal perbuatan karena ia murni energi kehidupan ciptaan Allah SWT.

Ismaili Gnosis Answers
Jiwa (Nafs): Menjadi objek utama yang akan dimintai pertanggungjawaban atas semua amal, iman, dan perbuatan yang dilakukan manusia di dunia.
Allah berfirman:

كل تفس بما كسبت رهينة
Tiap-tiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.
(QS.Al-Muddassir : 38.

Intinya,Ruh adalah energi gaib dari Allah yang meniupkan kehidupan fisik, sedangkan jiwa (nafs) adalah pusat kesadaran manusia yang menentukan jati diri, pemikiran, dan moral yang akan dihisab kelak. Keduanya menyatu di dalam jasad selama manusia hidup.

والله اعلم

  • Related Posts

    Timah (Mineral Tanah Jarang) Jangan Sampai Dikuasai Individu atau Kelompok Tertentu yang Diduga Dekat dengan Kekuasaan

    ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta-Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) oleh pemerintah patut dipandang sebagai upaya memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional. Gagasan untuk mengoptimalkan penerimaan negara, memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor,…

    Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, MS3G Ajak Masyarakat Kedepankan Ilmu dan Hormati Pandangan Ulama

    ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta– Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang bertepatan dengan Ahad, 14 Dzulhijjah 1447 H atau 31 Mei 2026, menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk meninjau kembali dampak konsumsi tembakau dari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *