Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, MS3G Ajak Masyarakat Kedepankan Ilmu dan Hormati Pandangan Ulama

ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta– Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang bertepatan dengan Ahad, 14 Dzulhijjah 1447 H atau 31 Mei 2026, menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk meninjau kembali dampak konsumsi tembakau dari aspek kesehatan, sosial, hingga keagamaan.

Dalam percakapan di grup WhatsApp Majelis Silaturahmi Sholat Subuh Gabungan antara ulama,Umara serta masyarakat se Kecamatan Jatinegara (MS3G) terkini , Owner Ajieb Sawa, KH Fadulloh Fanani, menyoroti pentingnya masyarakat memperdalam ilmu agama sebelum memberikan penilaian terhadap pendapat para ulama terkait persoalan tembakau.

“Makanya ngaji. Itu yang ngomong ulama besar, tidak asal ngomong,” ujar KH Fadulloh Fanani saat menanggapi diskusi mengenai istilah “tembakau kencing setan” yang berkembang dalam perbincangan jamaah dan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, H. Achmad Mawardi, Ketua Umum MS3G yang menaungi unsur ulama, umara, dan masyarakat se-Kecamatan Jatinegara, menegaskan bahwa setiap pandangan ulama harus dipahami secara menyeluruh berdasarkan landasan keilmuan yang melatarbelakanginya.

Menurutnya, perbedaan pendapat mengenai tembakau maupun persoalan keagamaan lainnya merupakan bagian dari khazanah intelektual Islam yang harus disikapi dengan adab, tabayun, dan saling menghormati.

“Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat budaya menuntut ilmu. Masyarakat perlu memahami setiap pandangan ulama secara utuh dan tidak mengambil kesimpulan secara parsial,” ujar Achmad Mawardi.

Sementara itu, Ust. Solihin MK, Sekretaris Umum MS3G, menambahkan bahwa masyarakat perlu membangun tradisi literasi dan kajian yang kuat agar tidak mudah terjebak pada potongan informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

“Apa yang disampaikan para ulama besar tentu memiliki dasar keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, tugas kita adalah belajar, memahami konteksnya, dan mengambil hikmah dari setiap nasihat yang disampaikan. Jangan sampai perbedaan pandangan menjadi pemicu perpecahan, tetapi jadikan sebagai sarana memperluas wawasan dan mempererat ukhuwah,” kata Ust. Solihin MK.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Tanpa Tembakau Sedunia sebagai momentum memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan, sejalan dengan nilai-nilai agama yang mendorong umat untuk menjaga amanah tubuh yang diberikan Allah SWT.

Melalui semangat kebersamaan yang selama ini dibangun MS3G, para tokoh berharap sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mewujudkan kehidupan yang sehat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kampanye kesehatan semata, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menuntut ilmu, menghormati ulama, dan membangun budaya dialog yang santun dalam kehidupan bermasyarakat.(AW)

  • Related Posts

    DR HM Suaidi,M.Ag : Ruh dan Jiwa Menurut Al Qur’an

    ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta-Dalam Al-Qur’an, ruh dan jiwa (nafs) adalah dua entitas yang berbeda namun saling berkaitan erat dalam membentuk kehidupan manusia. Perbedaan utamanya terletak pada hakikat, fungsi, dan pertanggungjawaban di hadapan Allah…

    Azis Khafia Al Batawi : Hari Tasyrik, Keutamaan dan Amalan Sunahnya

    ZonaIndonesiaWorld.com-Jakarta -Momentum Idul Adha tidak berakhir hanya pada pelaksanaan shalat Id (Iedil Adha) maupun penyembelihan hewan kurban. Setelah 10 Dzulhijjah, umat Islam memasuki fase Hari Tasyrik, yaitu tiga hari yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *