Zonaindonesiaworld.com- Terlepas banyaknya kontroversi terkait dengan dirinya, namun nama menteri ESDM Bahlil Lahadalia cukup populer dikalangan masyarakat, dari anak-anak sampai orang tua semuanya sangat hafal dengan nama anak buah Presiden Prabowo di Kabinet Merah Putih tersebut. Popularitas Bahlil memang tidak sementereng Menteri Sekretaris Kabinet, Mayor Teddy Indra Wijaya namun fenomena seorang Bahlil didalam lingkaran Istana cukup memberikan warna yang berbeda. Bukan saja karena dirinya satu-satunya menteri yang berasal dari ujung timur Indonesia, namun karena sepak terjangnya dikancah jagat perpolitikan Indonesia terbilang cukup mengagetkan banyak pihak.
Bahlil yang besar di Fakfak Papua bukanlah lahir dari lingkaran orang tua yang bergelimang harta, justru dia lahir dalam keadaan penuh dengan kekurangan dan penuh penderitaan. Namun tekad yang kuat yang tertanam dalam jiwanya sejak kecil membuat langkah hidupnya perlahan-lahan memberikan arti sebuah kehidupan. Karir kehidupan organisasinya sebagai aktivis kampus dan dunia usaha juga terbilang cukup mengkilap, dirinya pernah menjabat sebagai pengurus PB HMI dan menjabat Ketua HIPMI.
Karir Bahlil di pemerintahan mulai terlihat ketika ditunjuk oleh mantan presiden Jokowi sebagai Kepala BKPM menggantikan Tom Lembong. dan semakin meroket ketika menjabat menteri ESDM hingga saat ini. Jelas apa yang terjadi pada Bahlil bukanlah atraksi sebuah sulap simsalabim abrakadabra melainkan hasil dari sebuah perjalanan panjang dari ujung timur ke jantung negara.
Menaklukan Kemustahilan!
Karir politiknya pun semakin ugal-ugalan yang pada akhirnya menempatkannya menjadi orang nomor satu di partai Golkar tepatnya pada tahun 2024 dimana secara aklamasi mayoritas kader Golkar menunjuk Bahlil sebagai Ketua Umum partai berlambang pohon beringin tersebut.
Jabatannya sebagai ketua umum partai Golkar adalah sebuah hal yang terbilang mustahil mengingat saat ini Golkar banyak dihuni para pendekar-pendekar politik yang sudah kenyang malang melintang didalam rimba perpolitikan juga memiliki kualitas dan kapabilitas yang cukup mumpuni sebagai pemimpin. Namun terlepas memang semuanya sudah menjadi kehendak Allah SWT, Bahlil memiliki kemampuan yang mungkin tidak miliki oleh kader Golkar lainnya.
Setelah secara sah menjabat sebagai Ketum Golkar, Bahlil bergerak cepat menyatukan faksi-faksi di dalam tubuh Golkar, menempatkan yang senior pada tempat yang terhormat juga mengakomodir kader-kader muda pada posisi yang tepat. Kini Bahlil menjadi penguasa tunggal di Golkar. Era kejayaan Golkar di jaman Akbar Tandjung perlahan-lahan tengah di bangkitkan oleh Bahlil.
Dan kebetulan keduanya memiliki latar belakang yang sama, baik Akbar Tandjung ataupun Bahlil sama-sama pernah menjadi petinggi PB HMI dan HIPMI.
King Bahlil Sang Penakluk Kemustahilan……..
.

